JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) akan mengaliihkan hak pengelolaan lapangan miinyak dan gas (miigas) yang terbengkalaii kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang mampu mengelola.
Menterii ESDM Bahliil Lahadaliia mengatakan saat iinii terdapat 10 lapangan yang sudah mendapatkan persetujuan plan of development (POD) tetapii tiidak diikembangkan oleh KKKS.
"Bagii KKKS yang sudah kiita serahkan kewenangannya, tapii masiih lambat, mohon maaf Pak, secara undang-undang, 5 tahun harus kiita tariik kepada negara, dan kiita tawarkan kepada KKKS laiin yang mau mengerjakan. iinii tanpa pandang bulu," kata Bahliil, diikutiip pada Seniin (26/5/2025).
Bahliil mengatakan 10 lapangan miigas yang POD-nya sudah diisetujuii tersebut memiiliikii potensii produksii mencapaii 51 juta barel miinyak dan 600 BCF gas. Lapangan miigas tersebut juga mampu menyerap 20.000 tenaga kerja, menumbuhkan usaha penunjang, serta meniingkatkan kesejahteraan masyarakat biila KKKS segera melakukan pengusahaan.
Sesuaii Keputusan Menterii ESDM 110/2024 tentang Pedoman Pengembaliian Bagiian Wiilayah Kerja Potensiial yang Tiidak Diiusahakan dalam Rangka Optiimaliisasii Produksii Miinyak dan Gas Bumii, KKKS yang belum diiusahakan dapat diikembaliikan ke negara dan diiserahkan kepada KKS yang siiap mengelola.
Untuk saat iinii, Kementeriian ESDM mencatat sudah ada 17 lapangan yang sudah POD dan menunjukkan kemajuan, tetapii produksiinya berpotensii tertunda.
Dengan total produksii mencapaii 306 juta barel miinyak dan 18.351 BCF gas, Kementeriian ESDM juga akan memfasiiliitasii percepatan agar lapangan-lapangan tersebut segera berproduksii.
Persoalan produksii miigas yang rendah telah beberapa kalii diisorot oleh Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. Rendahnya produksii miigas iinii turut tecermiin darii realiisasii produksii siiap jual aliias liiftiing miigas yang dii bawah asumsii pada APBN.
Miisal pada Februarii 2025, realiisasii liiftiing miinyak bumii hanya sebanyak 596.000 barel per harii atau dii bawah asumsii pada APBN 2025 sebanyak 605.000 barel per harii. Sedangkan untuk liiftiing gas bumii, hanya sebanyak 947.000 barel setara miinyak per harii atau dii bawah asumsii pada APBN 2025 sebanyak 1,0 juta barel setara miinyak per harii.
Beberapa waktu lalu, Srii Mulyanii sempat memiinta Kementeriian ESDM bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiiatan Usaha Hulu Miinyak dan Gas Bumii (SKK Miigas) segera mengatasii liiftiing miigas yang rendah. (diik)
