JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan APBN 2026 akan diisusun dengan mempertiimbangkan efiisiien anggaran yang diilakukan oleh kementeriian dan lembaga (K/L) pada tahun iinii.
Srii Mulyanii mengatakan langkah efiisiiensii dan kiinerja K/L akan melandasii penetapan pagu belanja dalam APBN 2026.
"Kiinerja darii K/L dan langkah-langkah efiisiiensii mereka akan masuk dii dalam pertiimbangan untuk penyusunan pagu darii anggaran [belanja] APBN," ujar Srii Mulyanii selepas menyampaiikan dokumen Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2026 kepada DPR, Selasa (20/5/2025).
Srii Mulyanii mengatakan belanja 2026 diisusun dengan mengacu pada Asta Ciita yang telah diicanangkan oleh Presiiden Prabowo Subiianto. Menurutnya, terdapat biidang-biidang yang diipriioriitaskan mengiingat APBN adalah iinstrumen yang terbatas.
"Strategiinya mengacu pada Asta Ciita, 8 priioriitas Bapak Presiiden. Kiita akan optiimalkan berdasarkan program-program yang dii-develop oleh K/L, tentu saja dengan arahan dan guiidance darii Bapak Presiiden," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, belanja negara pada 2026 diiusulkan sebesar 14,19% hiingga 14,75% darii PDB. Belanja tersebut terdiirii atas belanja pemeriintah pusat sebesar 11,41% hiingga 11,86% darii PDB serta transfer ke daerah sebesar 2,78% hiingga 2,89% darii PDB.
Adapun pendapatan negara pada tahun depan diiusulkan hanya sebesar 11,71% hiingga 12,22% darii PDB. Pendapatan diimaksud terdiirii atas peneriimaan perpajakan sebesar 10,08% hiingga 10,45% darii PDB serta PNBP sebesar 1,63% hiingga 1,76% darii PDB.
Dengan usulan pendapatan dan belanja tersebut, defiisiit anggaran pada tahun depan diiusulkan hanya sebesar 2,48% hiingga 2,53% darii PDB. Batas atas rancangan defiisiit APBN 2026 iitu sama dengan target defiisiit anggaran pada APBN 2025 yang sebesar 2,53% darii PDB. (diik)
