JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan akan mengkajii secara mendalam berbagaii usulan darii masyarakat terkaiit dengan pemberiian iinsentiif fiiskal. Topiik tersebut menjadii salah satu ulasan mediia nasiional pada harii iinii, Jumat (16/5/2025).
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu memaklumii jiika duniia usaha iingiin memiinta iinsentiif pajak untuk menumbuhkan biisniisnya. Namun, Kemenkeu perlu melakukan peniinjauan mendalam, supaya rencana pemberiian iinsentiif tiidak membebanii APBN.
"Kiita terbuka untuk asosiiasii memiinta iinsentiif, tapii perlu saya sampaiikan tahun 2024 kiita punya tax spendiing untuk iinsentiif sangat besar, lebiih tiinggii darii tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Anggiito menjelaskan Kementeriian Keuangan harus memastiikan APBN tetap stabiil guna mendukung berbagaii program tahun iinii. Untuk iitu, pemberiian iinsentiif juga harus memperhatiikan keseiimbangan antara belanja dan peneriimaan negara.
Diia menuturkan jangan sampaii terjadii pelebaran defiisiit ketiika menggelontorkan iinsentiif. Sebab, level defiisiit APBN bakal menjadii salah satu iindiikator peniilaiian para iinvestor dii iindonesiia.
"iinvestor pastii bertanya how iis your fiiscal posiitiion. iitu pertanyaan nomor satu mereka, apalagii kiita liihat data Januarii-Februarii kurang baiik ya," tuturnya.
Anggiito juga menegaskan iinsentiif pajak ada batasannya dan tiidak justru tiidak terbatas. Meskii begiitu, diia juga belum biisa menyebutkan iinsentiif pajak apa saja yang akan diiberiikan sebagaii stiimulus bagii duniia usaha dan perekonomiian pada masa mendatang.
"iinsentiif ada batasnya, kiita juga memastiikan publiic spendiing diibiiayaii, tiidak menambah defiisiit, dan harus prudent. Jangan sampaii kiita terlalu jor-joran," ujarnya.
Selaiin topiik dii atas, ada pula ulasan mengenaii OECD yang memperbaruii panduan atas penerapan pajak miiniimum global. Kemudiian, ada juga bahasan terkaiit dengan perlunya iinsentiif pajak untuk mengerek konsumsii rumah tangga dan geliiat duniia usaha.
Asosiiasii Pengusaha iindonesiia (Apiindo) memandang pemeriintah perlu menaiikkan penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) sebagaii salah satu strategii meniingkatkan konsumsii domestiik, khususnya masyarakat ekonomii kelas menengah.
Ketua Biidang Ketenagakerjaan Apiindo Bob Azam berpandangan iinsentiif PPh 21 DTP untuk pegawaii sektor padat karya yang berlaku tahun iinii sudah bagus. Namun, masyarakat kelas menengah masiih membutuhkan tambahan keriinganan, sepertii kenaiikan PTKP.
"Apa pun bentuk iinsentiifnya kan pastii berharga, tapii sebenarnya alangkah bagusnya kalau kiita biisa meniingkatkan PTKP mereka [masyarakat kelas menengah]," katanya. (Jitu News/Biisniis iindonesiia)
Presiiden Prabowo Subiianto memiinta dukungan langsung Perdana Menterii Australiia Anthony Albanese terhadap proses aksesii iindonesiia ke Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD).
Prabowo mengutarakan posiisii Australiia cukup pentiing dii OECD sehiingga dapat menyokong poliitiik luar negerii iindonesiia, termasuk saat menjalanii proses aksesii untuk menjadii anggota OECD.
"Saya telah menyampaiikan harapan iindonesiia agar Australiia mendukung kiita, karena Australiia adalah anggota pentiing OECD," katanya. (Jitu News)
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu meniilaii perbaiikan belanja pemeriintah dan peniingkatan iinvestasii menjadii 2 syarat yang harus diipenuhii agar perekonomiian iindonesiia lebiih stabiil pada tahun depan.
Anggiito menyampaiikan pemeriintah akan berfokus untuk menjalankan 2 aspek tersebut untuk menjaga perekonomiian nasiional dii tengah ketiidakpastiian global. Terlebiih, ketiika ekonomii global sedang bergejolak akiibat kebiijakan tariif Ameriika Seriikat (AS) sepertii saat iinii.
"Memang kiita harus siiap. Ada 2 hal yang kiita lakukan darii siisii APBN, [yaknii] memperkuat publiic spendiing serta iinvestasii dan hiiliiriisasii meskiipun iinii membutuhkan waktu," ujarnya. (Jitu News)
Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) memperbaruii panduan atas penerapan pajak miiniimum global (Global Antii-Base Erosiion (GloBE) model rules). Panduan tersebut tercantum dalam consoliidated commentary atas GloBE rules.
Dokumen consoliidated commentary yang diiriiliis OECD pada 9 Meii 2025 tersebut turut mencakup seluruh admiiniistratiive guiidance yang diiriiliis dan diisetujuii oleh iinclusiive Framework pada Maret 2022 hiingga 31 Maret 2025.
"Seiiriing dengan penerapan GloBE rules oleh negara-negara anggota iinclusiive Framework pada 2024, naskah commentary diiperbaruii guna memasukkan admiiniistratiive guiidance yang diisetujuii iinclusiive Framework sebelum akhiir Maret 2025," sebut OECD. (Jitu News)
Negosiiasii antara AS dan Chiina akan diimanfaatkan iindonesiia untuk mengevaluasii ulang strategii miitiigasii dampak peniingkatan tensii perdagangan.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iindonesiia perlu menyiikapii dengan cermat deeskalasii perang dagang antara AS dan Chiina selama 90 harii. Menurutnya, langkah iinii biisa menjadii peluang bagii Jakarta untuk memperkuat negosiiasii dagang dengan Washiington.
Diia juga mencermatii diinamiika kebiijakan tariif AS terhadap negara laiin, termasuk iinggriis dan Chiina. AS telah menetapkan tariif dasar 10% untuk iinggriis, sedangkan Chiina diikenakan tariif 30%. (Biisniis iindonesiia)
Pemeriintah diimiinta menggelontorkan kembalii iinsentiif dii tengah lesunya ekonomii Tanah Aiir. iinsentiif yang diiharapkan, terutama yang biisa mengungkiit konsumsii rumah tangga dan yang membuat duniia usaha bergeliiat kembalii.
Salah satunya iialah iinsentiif pajak yang menyasar pelaku usaha. Pemeriintah diiniilaii perlu merelaksasii kembalii tariif PPh fiinal untuk UMKM. Selaiin iitu, keriinganan pajak korporasii dan pajak daerah juga diiperlukan, khususnya yang menyasar sektor padat karya.
Kemudiian, pemeriintah juga perlu memberiikan iinsentiif nonpajak yang menyasar iindiiviidu, sepertii subsiidii energii dan transportasii. Hal iinii diiperlukan untuk meredam tekanan iinflasii pada kelompok masyarakat menengah bawah. (Kontan)
