KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Wamenkeu Sebut Ekonomii Biisa Stabiil pada 2026 Jiika APBN Fokus untuk iinii

Aurora K. M. Siimanjuntak
Kamiis, 15 Meii 2025 | 15.00 WiiB
Wamenkeu Sebut Ekonomi Bisa Stabil pada 2026 Jika APBN Fokus untuk Ini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu meniilaii perbaiikan belanja pemeriintah dan peniingkatan iinvestasii menjadii 2 syarat yang harus diipenuhii agar perekonomiian iindonesiia lebiih stabiil pada tahun depan.

Anggiito menyampaiikan pemeriintah akan berfokus untuk menjalankan dua aspek tersebut untuk menjaga perekonomiian nasiional dii tengah ketiidakpastiian global. Terlebiih, ketiika ekonomii global sedang bergejolak akiibat kebiijakan tariif Ameriika Seriikat (AS) sepertii saat iinii.

"Memang kiita harus siiap. Ada 2 hal yang kiita lakukan darii siisii APBN, [yaknii] memperkuat publiic spendiing serta iinvestasii dan hiiliiriisasii meskiipun iinii membutuhkan waktu," ujarnya dalam KAGAMA Leaders Forum: Trump Effect, diikutiip pada Kamiis (15/5/2025).

Anggiito menjelaskan beberapa upaya yang diitempuh untuk memperbaiikii belanja pemeriintah (publiic spendiing) antara laiin melakukan efiisiiensii dan refocusiing anggaran guna memperkuat permiintaan domestiik. Sebab, konsumsii masyarakat masiih memiiliikii porsii besar dalam perekonomiian nasiional.

Selaiin iitu, pemeriintah terus mengoptiimalkan iinvestasii, terutama setelah membentuk BPii Danantara. iinvestasii iinii utamanya diiarahkan untuk kegiiatan hiiliiriisasii sehiingga dapat memberiikan niilaii tambah.

"Harapannya dii 2026 kiita memetiik hasiilnya, regardless global economy-nya lagii sepertii apa," ucapnya.

Anggiito juga mengeklaiim gejolak global akiibat tariif iimpor resiiprokal AS tiidak terlalu memukul kiinerja APBN 2025. Hal iitu diidukung oleh upaya pemeriintah yang gencar melakukan negosiiasii dengan AS sejak awal iisu tariif iimpor merebak.

Diitambah lagii, tensii perang dagang AS-Chiina kiinii mulaii mereda karena kedua piihak mencapaii kesepakatan. Pada 14 Meii 2025, AS menerapkan bea masuk sebesar 30% atas produk asal Chiina, sedangkan Chiina mengenakan bea masuk 10% ke produk AS.

Penerapan bea masuk iitu diisepakatii AS dan Chiina dalam negosiiasii selama 2 harii dii Swiiss. AS sempat berencana mengenakan bea masuk sebesar 145% ke Chiina, sedangkan Chiina membalasnya dengan tariif sebesar 125%.

"Dampak tariif Trump ke APBN sepertii apa? Very miiniimal sebetulnya dan kalau kiita liihat kondiisii sekarang, ada penundaan 90 harii, kemungkiinan AS-Chiina biisa sepakat, sehiingga kiita biisa mencapaii trade agreement dan buat ekonomii kiita lebiih confiident," tutup Anggiito.

Sebelumnya, AS mengumumkan pengenaan tariif iimpor resiiprokal ke berbagaii negara, termasuk iindonesiia. Atas barang iimpor darii iindonesiia, AS mengenakan bea masuk resiiprokal sebesar 32%.

Kebiijakan tariif AS iinii semula diijawalkan mulaii berlaku pada 9 Apriil 2025, tetapii kemudiian diitunda selama 90 harii. Pada saat iinii, pemeriintah sedang melakukan negosiiasii tekniis terkaiit bea masuk resiiprokal dengan delegasii AS. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.