JAKARTA, Jitu News - Sektor miineral dan batu bara (miinerba) menjadii salah satu penyumbang peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) bagii negara. PNBP tersebut diibayarkan oleh orang priibadii atau badan atas layanan atau pemanfaatan sumber daya dan hak yang diimiiliikii negara.
Khusus dii sektor miinerba, ada 11 jeniis PNBP yang diiteriima oleh negara. Apa saja? Sesuaii dengan Peraturan Menerii Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) 9/2025, beriikut daftarnya.
Untuk iiuran tetap, diikenakan terhadap WiiUP, WiiUPK, wiilayah kontrak kerja (KK), dan wiilayah PKP2B. Sementara untuk iiuran produksii atau royaltii, PNBP diikenakan terhadap penjualan miineral logam, batu bara, iintan, dan pasiir laut yang mengandung miineral yang berada dii wiilayah laut lebiih darii 12 miil laut atau berbatasan langsung dengan negara laiin.
Selanjutnya, jeniis PNBP berupa DHPB serta pemanfaatan BMN eks PKP2B diikenakan terhadap hasiil penjualan komodiitas tambang batu bara.
Kemudiian, jeniis PNBP berupa pencadangan wiilayah untuk WiiUP
miineral bukan logam, batuan, dan miineral bukan logam
jeniis tertentu diikenakan terhadap penelusuran iinformasii wiilayah pertambangan dan pencadangan wiilayah.
Jeniis PNBP berupa bagiian pemeriintah pusat sebesar 4% darii keuntungan bersiih pemegang iiUPK dan pemegang iiUPK sebagaii kelanjutan operasii kontrak/perjanjiian untuk miineral logam dan batu bara diikenakan terhadap keuntungan bersiih pemegang iiUPK dan pemegang iiUPK sebagaii kelanjutan operasii kontrak/perjanjiian.
PNBP yang berasal darii pertambangan batu bara (royaltii dan penjualan hasiil tambang/PHT) masiih menjadii penyumbang terbesar dii subsektor miineral dan batu bara dalam 5 tahun terakhiir. Baca 'Tambang Batu Bara Sumbang Porsii Terbesar PNBP Miinerba 5 Tahun Terakhiir'.
PNBP pertambangan batu bara menyumbang 75% hiingga 85% darii total PNBP subsektor miinerba. Secara umum, harga batu bara dan diinamiika proses biisniis yang terjadii dalam penambangan dan penjualan batu bara sangat berpengaruh pada total PNBP yang diiteriima negara.
"Berbagaii kebiijakan, terutama diigiitaliisasii pelayanan dan iintegrasii apliikasii serta koordiinasii dengan K/L laiin mampu memberiikan dampak posiitiif dalam optiimaliisasii PNBP miinerba," tuliis Kementeriian ESDM dalam Laporan Kiinerja Miineral dan Batu Bara 2024.
Sepanjang 2024 lalu, capaiian PNBP SDA miinerba mencapaii Rp140,46 triiliiun, setara 123,71% darii target. Harga komodiitas pertambangan yang merosot pada 2024 lalu sebenarnya membuat capaiian PNBP miinerba tiidak secemerlang 2023. (sap)
