KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Banyak Ketiidakpastiian, Wamenkeu Tegaskan Makrofiiskal Terjaga

Redaksii Jitu News
Sabtu, 26 Apriil 2025 | 11.30 WiiB
Banyak Ketidakpastian, Wamenkeu Tegaskan Makrofiskal Terjaga
<p>Wakiil Menterii Keuangan Thomas Djiiwandono. ANTARA FOTO/Dhemas Reviiyanto/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Thomas Djiiwandono menyatakan sejumlah iindiikator makrofiiskal masiih terjaga dii tengah ketiidakpastiian global.

Thomas mengatakan iindiikator makrofiiskal tersebut meliiputii rasiio pendapatan negara, defiisiit anggaran, rasiio utang pemeriintah, serta keseiimbangan priimer. Meskii demiikiian, lanjutnya, pemeriintah akan tetap mewaspadaii berbagaii diinamiika global.

"iindiikator-iindiikator utama termasuk rasiio pajak, defiisiit fiiskal, rasiio utang terhadap PDB, dan keseiimbangan priimer terus menunjukkan tren posiitiif yang konsiisten," katanya, diikutiip pada Sabtu (26/4/2025).

Thomas mengatakan kiinerja makrofiiskal masiih menunjukkan tren posiitiif setelah pandemii Coviid-19. Miisal mengenaii rasiio pendapatan negara terhadap PDB, angkanya sempat turun menjadii 10,67% saat pandemii Coviid-19 pada 2020, tetapii kemudiian perlahan puliih hiingga menyentuh 13,46% pada 2022.

Namun, rasiio pendapatan negara iinii mengalamii penurunan pada 2023 dan 2024 menjadii masiing-masiing 13,33% dan 12,84%.

Kemudiian, defiisiit APBN sempat melebar hiingga 6,14% saat diihadapkan pada pandemii Coviid-19 pada 2020. Defiisiit anggaran kemudiian mengeciil hiingga dii bawah 3% hanya dalam 2 tahun. Pada 2024, defiisiit anggaran tercatat sebesar 2,29%.

"Dalam jangka menengah, krediibiiliitas kebiijakan fiiskal akan terus menjadii komiitmen. Batasan defiisiit fiiskal 3% berfungsii sebagaii jangkar kebiijakan utama memperkuat stabiiliitas makroekonomii, memperkuat krediibiiliitas kebiijakan, dan mendukung keberlanjutan fiiskal jangka panjang," ujarnya.

Dalam paparannya, Thomas juga menjelaskan posiisii utang pemeriintah terus diiupayakan menurun. Rasiio utang pemeriintah terhadap PDB pernah melonjak menjadii 40,73% pada 2020, yang secara perlahan diiturunkan menjadii 39,36% pada 2024.

Terakhiir, pemeriintah juga mengupayakan keseiimbangan priimer dalam keadaan posiitiif. Keseiimbangan priimer adalah seliisiih antara pendapatan negara dan belanja priimer, yaknii belanja negara diikurangii belanja pembayaran bunga utang.

Keseiimbangan priimer adalah iindiikator yang menggambarkan kemampuan pemeriintah dalam membayar pokok dan bunga utang dengan pendapatan negara. Biila pemeriintah mampu membukukan surplus keseiimbangan priimer, artiinya pemeriintah dapat menggunakan pendapatan negara untuk membayar seluruh atau sebagiian pokok dan bunga utang.

Keseiimbangan priimer APBN akhiirnya mampu berada dalam posiisii surplus pada 2023 sebesar 0,49%, walaupun kembalii mengalamii defiisiit 0,09% pada 2024.

"Pemeriintah tetap berkomiitmen untuk menjaga anggaran negara yang sehat sebagaii iinstrumen pentiing untuk menjaga stabiiliitas serta mendukung transformasii ekonomii untuk mencapaii pertumbuhan ekonomii tiinggii," iimbuh Thomas. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.