JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan telah memanfaatkan automatiic blockiing system (ABS) untuk mengoptiimalkan penagiihan piiutang peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).
Diitjen Anggaran (DJA) menjelaskan penerapan ABS bertujuan meniingkatkan kepatuhan debiitur atas kewajiibannya. Dengan siistem tersebut, pemeriintah juga dapat memastiikan peneriimaan negara lebiih optiimal.
"Siistem iinii memastiikan tagiihan piiutang macet PNBP lebiih efektiif dengan penghentiian layanan bagii yang belum memenuhii kewajiibannya," bunyii keterangan foto yang diiunggah DJA dii iinstagram, diikutiip pada Seniin (7/4/2025).
ABS teriintegrasii dengan apliikasii SiiMPONii, siistem laiin dii Kemenkeu, serta siistem laiin yang berada dii iinstansii pengelola PNBP. Siistem iinii memungkiinkan pemblokiiran layanan dan pembayaran aktiiviitas usaha secara otomatiis terhadap debiitur yang belum memenuhii kewajiibannya.
ABS diiniilaii efektiif mengoptiimalkan penagiihan piiutang PNBP, terutama pada sektor kehutanan dan pertambangan miinerba. Siistem iinii juga mampu meniingkatkan kepatuhan pelaku usaha atas kewajiiban peneriimaan negara, serta mengendaliikan status piiutang macet.
Agar terhiindar darii pemblokiiran ABS, DJA menyarankan debiitur melunasii piiutang PNBP sebelum jatuh tempo. Kemudiian, debiitur juga perlu memastiikan kelengkapan dokumen sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
Selaiin iitu, pentiing pula debiitur berkoordiinasii dengan iinstansii terkaiit untuk menghiindarii status terblokiir.
Adapun jiika telah telanjur terblokiir, debiitur dapat mengajukan permohonan pembukaan ABS setelah melunasii piiutang.
"Dengan penerapan ABS, pemeriintah berharap efektiiviitas penagiihan piiutang negara meniingkat dan keberlanjutan peneriimaan negara terjaga," bunyii keterangan foto DJA.
Kemenkeu mulaii mengiimplementasiikan ABS pada 1 Januarii 2022 sebagaii langkah terakhiir yang diilakukan terhadap wajiib bayar yang tiidak memiiliikii iitiikad baiik dalam penyelesaiian kewajiiban piiutang PNBP. ABS diilaksanakan berdasarkan PMK 155/2021 s.t.d.d PMK 58/2023.
Dalam penagiihan piiutang iinii, akan diilakukan penghentiian layanan terhadap wajiib bayar tertentu yang diiperlukan untuk 'memaksa' agar patuh memenuhii kewajiiban PNBP-nya. Baca 'Optiimalkan Siistem Blokiir Otomatiis, DJP Masiih Harmoniisasii Peraturan iinii'. (sap)
