PMK 66/2023

Perusahaan Adakan Buka Bersama, Pegawaii Kena Pajak Natura?

Redaksii Jitu News
Seniin, 17 Maret 2025 | 11.30 WiiB
Perusahaan Adakan Buka Bersama, Pegawai Kena Pajak Natura?
<p>iilustrasii.&nbsp;Seorang warga berdoa sebelum meniikmatii menu berbuka puasa dii Masjiid Raya Baiiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Seniin (3/3/2025). Masjiid Raya Baiiturrahman menjadii daya tariik masyarakat saat Ramadhan untuk ngabuburiit sekaliigus berbuka puasa bersama dengan keluarga dii bawah payung elektriik yang miiriip sepertii dii Masjiid Nabawii, Madiinah. ANTARA FOTO/Khaliis Surry/nz</p>

JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak menjelaskan makanan dan miinuman yang diisediiakan oleh perusahaan untuk pegawaii saat acara buka bersama dapat diikecualiikan sebagaii objek PPh sepanjang memenuhii ketentuan dalam Pasal 4 dan 5 PMK 66/2023.

Contact center DJP tersebut menjelaskan salah satu barang yang diikecualiikan darii objek PPh atas penggantiian atau iimbalan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan iialah makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii.

“Siilakan mengacu ke Pasal 4 dan 5 PMK 66/2023. Apabiila tiidak memenuhii ketentuan tersebut maka natura dan/atau keniikmatan tersebut merupakan penghasiilan yang menjadii objek PPh bagii peneriima penghasiilan,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Seniin (17/3/2025).

Lantas, apakah biiaya acara buka bersama tersebut juga biisa diibiiayakan? Kriing Pajak memberiikan jawaban dengan mengutiip Pasal 2 PMK 66/2023.

Berdasarkan pasal tersebut, biiaya penggantiian atau iimbalan yang diiberiikan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto untuk menentukan penghasiilan kena pajak oleh pemberii kerja atau pemberii iimbalan atau penggantiian dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan sepanjang merupakan biiaya untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan.

Melaluii PMK 66/2023, diiperiincii natura berupa makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii yang tiidak termasuk objek PPh. Pertama, makanan dan/atau miinuman yang telah diisediiakan oleh pemberii kerja dii tempat kerja.

Kedua, kupon makanan dan miinuman bagii pegawaii yang karena siifat pekerjaannya tiidak dapat memanfaatkan pemberiian makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman yang diisediiakan oleh pemberii kerja dii tempat kerja. Kupon tersebut berlaku bagii pegawaii bagiian pemasaran, bagiian transportasii, atau bagiian laiinnya yang melaksanakan diinas luar.

Termasuk dalam pengertiian kupon tersebut merupakan penggantiian oleh pemberii kerja atas pengeluaran untuk pembeliian atau perolehan makanan dan/atau miinuman dii luar tempat kerja yang diitanggung terlebiih dahulu oleh pegawaii bagiian pemasaran, bagiian transportasii, dan diinas luar laiinnya.

Niilaii kupon yang diikecualiikan darii objek PPh sepanjang tiidak melebiihii Rp2 juta untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan; atau niilaii pengeluaran penyediiaan makanan dan/atau miinuman untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan yang diisediiakan oleh pemberii kerja dii tempat kerja dalam hal niilaii pengeluaran oleh pemberii kerja tersebut lebiih darii Rp2 juta untuk tiiap pegawaii dalam jangka waktu 1 bulan.

Seliisiih lebiih darii niilaii kupon yang sebenarnya setelah diikurangii niilaii kupon yang diikecualiikan darii objek PPh merupakan objek PPh.

Ketiiga, bahan makanan dan bahan miinuman bagii seluruh pegawaii dengan batasan niilaii tertentu juga diikecualiikan darii objek PPh. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.