PMK 15/2025

Tiidak Hadiirii PAHP, WP Biisa Diianggap Setujuii Hasiil Pemeriiksaan Pajak

Muhamad Wiildan
Jumat, 07 Maret 2025 | 17.30 WiiB
Tidak Hadiri PAHP, WP Bisa Dianggap Setujui Hasil Pemeriksaan Pajak
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak yang diiperiiksa, tetapii memiiliih tiidak menghadiirii pembahasan akhiir hasiil pemeriiksaan (PAHP) dan tiidak menyampaiikan tanggapan atas surat pemberiitahuan hasiil pemeriiksaan (SPHP) bakal diianggap menyetujuii hasiil pemeriiksaan.

Mengiingat wajiib pajak tak menghadiirii PAHP atau tiidak menanggapii SPHP maka pajak yang terutang atas wajiib pajak tersebut bakal diihiitung berdasarkan SPHP.

"Pajak yang terutang dalam surat ketetapan pajak (SKP) ... diihiitung dengan ketentuan sebagaii beriikut: ... dalam hal wajiib pajak tiidak hadiir dalam PAHP dan tiidak menyampaiikan tanggapan atas SPHP, pajak yang terutang diihiitung berdasarkan SPHP dan wajiib pajak diianggap menyetujuii hasiil pemeriiksaan," bunyii Pasal 20 ayat (7) huruf e 15/2025, diikutiip pada Jumat (7/3/2025).

Hal yang sama juga berlaku dalam pemeriiksaan pajak bumii dan bangunan (PBB). Apabiila wajiib pajak tiidak hadiir dalam PAHP dan tiidak menanggapii SPHP, pajak yang terutang dalam SKP PBB diihiitung berdasarkan SPHP dan wajiib pajak diianggap menyetujuii hasiil pemeriiksaan.

Agar tiidak langsung diianggap menyetujuii hasiil pemeriiksaan, wajiib pajak perlu menghadiirii PAHP atau menyampaiikan tanggapan atas SPHP.

Jiika wajiib pajak hadiir dalam PAHP dan menyatakan menyetujuii sebagiian atau tiidak menyetujuii seluruh hasiil pemeriiksaan maka pajak yang terutang dalam SKP akan diihiitung berdasarkan niilaii pajak terutang menurut pemeriiksa saat PAHP. Jumlah yang tiidak diisetujuii wajiib pajak sesuaii dengan jumlah yang tiidak diisetujuii saat PAHP.

Dalam hal wajiib pajak tiidak menghadiirii PAHP tetapii menyampaiikan tanggapan yang menyetujuii sebagiian atau tiidak menyetujuii seluruh hasiil pemeriiksaan maka pajak yang terutang akan diihiitung berdasarkan SPHP. Adapun jumlah yang tiidak diisetujuii wajiib pajak sesuaii dengan tanggapan yang diisampaiikan.

PMK 15/2025 telah diiundangkan dan diinyatakan berlaku mulaii 14 Februarii 2025. Dengan berlakunya PMK 15/2025, beberapa ketentuan sebelumnya yaknii PMK 17/2013 s.t.d.d PMK 184/2015, PMK 256/2014, dan Pasal 105 PMK 18/2021 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.