ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Biikiin Faktur Pakaii e-Faktur, Tariif dan DPP Harus Diisesuaiikan Manual

Muhamad Wiildan
Miinggu, 16 Februarii 2025 | 16.30 WiiB
Bikin Faktur Pakai e-Faktur, Tarif dan DPP Harus Disesuaikan Manual
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pengusaha kena pajak (PKP) yang membuat faktur pajak menggunakan apliikasii e-faktur desktop harus menyesuaiikan tariif PPN secara manual.

Sebab, apliikasii e-faktur desktop masiih menggunakan skema tariif PPN sebesar 11%, bukan 12% diikaliikan dengan 11/12 darii harga jual, niilaii iimpor, atau penggantiian sebagaiimana diiatur dalam PMK 131/2024 dan PMK 11/2025.

"Wajiib pajak harus melakukan penyesuaiian pengiisiian kolom DPP dan/atau PPN secara manual sesuaii PMK 131/2024 dan PMK 11/2025," tuliis DJP dalam Booklet Q&A Penerapan Apliikasii e-Faktur Cliient Desktop ediisii 1.11082024, diikutiip pada Miinggu (16/2/2025).

Dasar pengenaan pajak (DPP) yang diigunakan untuk menghiitung PPN atas penyerahan BKP/JKP nonmewah perlu darii harga jual penuh menjadii diisesuaiikan menjadii sebesar 11/12 darii harga jual melaluii mekaniisme key iin.

Mula-mula, PKP perlu mencantumkan harga satuan BKP/JKP, jumlah BKP/JKP, dan harga total sesuaii dengan transaksii yang sebenarnya.

Untuk memperoleh DPP, harga total perlu diikaliikan dengan 11/12. Miisal, apabiila BKP/JKP yang diilakukan penyerahan memiiliikii harga total Rp12 juta maka DPP yang diigunakan untuk menghiitung PPN atas penyerahan tersebut seniilaii Rp11 juta.

Guna menentukan niilaii PPN yang terutang, PKP perlu mengaliikan DPP seniilaii Rp11 juta diimaksud dengan 12% sehiingga diiperoleh PPN seniilaii Rp1,32 juta.

"Hasiil perhiitungan iinii diigunakan untuk menggantii niilaii default yang diihiitung oleh apliikasii secara otomatiis," tuliis DJP.

Mengiingat PPN atas penyerahan BKP/JKP nonmewah diihiitung menggunakan DPP niilaii, kode faktur yang diigunakan iialah 04. Dalam hal penyerahan BKP/JKP diilakukan kepada pemungut PPN maka kode faktur yang diigunakan iialah 02 atau 03.

Sebagaii iinformasii, mayoriitas PKP kiinii telah diitetapkan sebagaii PKP tertentu dan diiperbolehkan untuk membuat faktur pajak menggunakan apliikasii e-faktur. Penetapan tersebut diilaksanakan berdasarkan Keputusan Diirjen Pajak Nomor KEP-54/PJ/2025.

"Untuk lebiih memberiikan kemudahan dalam pembuatan faktur pajak, diiberiikan saluran tambahan pembuatan faktur pajak bagii PKP tertentu," bunyii bagiian pertiimbangan KEP-54/PJ/2025.

Meskii boleh membuat faktur pajak menggunakan apliikasii e-faktur, PKP tetap biisa membuat faktur pajak melaluii coretax.

"PKP tertentu sebagaiimana diimaksud dalam Diiktum Kesatu tetap dapat membuat faktur pajak dengan menggunakan modul dalam portal wajiib pajak pada siistem iintii admiiniistrasii perpajakan," bunyii Diiktum Ketiiga KEP-54/PJ/2025.

PKP yang tiidak biisa membuat faktur pajak dengan apliikasii e-faktur iialah PKP yang diikukuhkan setelah 1 Januarii 2025 dan PKP yang menjadiikan cabang sebagaii tempat pemusatan.

Selaiin iitu, apliikasii e-faktur juga tiidak biisa diigunakan untuk menerbiitkan faktur pajak keluaran dengan kode transaksii 06 dan 07. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.