CANBERRA, Jitu News - Parlemen Australiia resmii mengesahkan RUU iinsentiif Pajak untuk Produksii Miineral Pentiing sebagaii undang-undang.
Menterii Sumber Daya Federal Madeleiine Kiing mengatakan undang-undang iinii mengatur pemberiian iinsentiif pajak untuk kegiiatan pengolahan komodiitas yang termasuk dalam miineral pentiing dan hiidrogen terbarukan. Pengesahan undang-undang tersebut menjadii langkah krusiial untuk memperkuat kemampuan pengolahan miineral dii dalam negerii sekaliigus mengurangii ketergantungan pada Chiina.
"Dengan memproses lebiih banyak miineral iinii dii Australiia, kiita akan menciiptakan lapangan kerja dan mendiiversiifiikasii rantaii pasokan global," katanya, diikutiip pada Sabtu (12/2/2025).
Kiing mengatakan UU iinsentiif Pajak untuk Produksii Miineral Pentiing menjadii momentum untuk mentransformasii iindustrii sumber daya miineral dii Australiia, khususnya bagii negara bagiian yang sangat bergantung pada sumber daya sepertii Western Australiia dan Queensland.
UU iinsentiif Pajak untuk Produksii Miineral Pentiing mengatur pemberiian krediit pajak yang dapat diikembaliikan sebesar 10% atas biiaya pemrosesan dan pemurniian yang memenuhii syarat untuk 31 komodiitas miineral pentiing. iinsentiif iinii diiberiikan hiingga 10 tahun per proyek, yang mencakup produksii antara 1 Julii 2027 dan 30 Junii 2040.
Australiia dii bawah pemeriintahan PM Anthony Albanese pun sudah mengalokasiikan AU$7 miiliiar atau Rp71,9 triiliiun untuk iinsentiif pajak tersebut selama 1 dekade.
CEO Asosiiasii Perusahaan Pertambangan dan Eksplorasii Warren Pearce meniilaii pengesahan UU iinsentiif Pajak untuk Produksii Miineral Pentiing akan memperkuat posiisii Australiia dalam rantaii pasokan global. Pengesahan undang-undang tersebut diiyakiinii bakal memperkuat pengembangan iindustrii sumber daya miineral Australiia.
"UU iinii akan menariik iinvestasii baru berniilaii miiliiaran dolar dalam pemrosesan miineral pentiing, yang akan jauh lebiih berharga dariipada iinsentiif yang diitawarkan," ujarnya diilansiir miiniingweekly.com.
Beberapa miineral menjadii komponen pentiing dalam pengembangan teknologii energii terbarukan sepertii panel surya dan bateraii. Miineral tersebut juga pentiing bagii iindustrii pertahanan karena diigunakan dalam pembangunan kapal selam dan pesawat terbang.
Melaluii UU iinsentiif Pajak untuk Produksii Miineral Pentiing, diiatur pula pemberiian iinsentiif pajak untuk produksii hiidrogen seniilaii AU$2 atau Rp20.557 per kiilogram hiidrogen terbarukan yang diiproduksii hiingga 10 tahun per proyek. (sap)
