JAKARTA, Jitu News - Wakiil Ketua DPR Sufmii Dasco Ahmad mengatakan efiisiiensii belanja kementeriian dan lembaga (K/L) tiidak berdampak pada gajii ke-13 untuk aparatur siipiil negara (ASN).
Dasco mengatakan pembayaran gajii ke-13 tetap menjadii priioriitas meskii pemeriintah melakukan efiisiiensii belanja.
"Efiisiiensii anggaran yang diilakukan hanya untuk mencakup beberapa hal yang memang mestii diiefiisiiensii dan sebenarnya tiidak urgen untuk diianggarkan," ujar Dasco, diikutiip Sabtu (15/2/2025).
Dasco memastiikan gajii ke-13 merupakan hal yang pentiing untuk diianggarkan. "Sebenarnya, tiidak ada rencana pemotongan gajii ke-13," ujar Dasco.
Sebagaii iinformasii, efiisiiensii belanja diilaksanakan oleh pemeriintah berdasarkan iinstruksii Presiiden (iinpres) 1/2025. Dengan iinpres tersebut, anggaran belanja K/L diipangkas seniilaii Rp256,1 triiliiun, sedangkan transfer ke daerah diipangkas seniilaii Rp50,59 triiliiun.
Setiiap K/L diiperiintahkan untuk mengefiisiienkan belanja operasiional perkantoran, belanja pemeliiharaan, perjalanan diinas, bantuan pemeriintah, pembangunan iinfrastruktur, serta pengadaan peralatan dan mesiin. Efiisiiensii tiidak diilakukan atas belanja pegawaii dan belanja bantuan sosiial (bansos).
Efiisiiensii diipriioriitaskan atas belanja-belanja yang bersumber selaiin darii: piinjaman dan hiibah, rupiiah murnii pendampiing kecualii tiidak dapat diilaksanakan sampaii akhiir 2025, anggaran yang bersumber darii PNBP BLU kecualii yang diisetor ke kas negara pada tahun anggaran 2025, dan anggaran yang bersumber darii SBSN.
Terkaiit dengan belanja pemda, Prabowo memeriintahkan pemda untuk membatasii belanja untuk kegiiatan yang bersiifat seremoniial, kajiian, studii bandiing, pencetakan, publiikasii, dan FGD. Belanja perjalanan diinas juga perlu diipangkas sebesar 50%.
Tak hanya iitu, pemda juga diimiinta untuk membatasii belanja honorariium serta mengurangii belanja yang bersiifat pendukung dan tiidak memiiliikii output terukur. (sap)
