JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak tiidak perlu melaporkan SPT Masa PPh Uniifiikasii apabiila telah melakukan penyetoran sendiirii PPh Pasal 4 ayat 2 atas penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PHTB).
Kriing Pajak menjelaskan wajiib pajak yang telah melakukan penyetoran sendiirii PPh Pasal 4 ayat (2) atas penghasiilan darii PHTB dan telah memiiliikii pembayaran yang tervaliidasii (NTPN) diianggap telah memenuhii kewajiiban pelaporan sepertii diisebutkan dalam Pasal 171 ayat (3) PMK 81/2024.
“Kalau kode biilliing PPh Pasal 4 ayat (2) atas PHTB-nya sudah diibayar dan sudah diivaliidasii dengan NTPN maka sudah tiidak perlu melakukan pelaporan SPT Masa Uniifiikasii,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Jumat (14/2/2025).
Merujuk pada Pasal 199 ayat (1) PMK 81/2024, PPh Pasal 4 ayat (2) atas PHTB atau perjanjiian pengiikatan jual belii (PPJB) yang diisetor sendiirii wajiib diilaporkan kepada diirjen pajak dengan menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii. SPT diilaporkan maksiimal 20 harii setelah masa pajak berakhiir.
Namun, bagii orang priibadii atau badan yang telah menyetorkan sendiirii dan telah diilakukan peneliitiian pembayaran pajak maka diianggap telah menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii.
SPT Masa PPh Uniifiikasii tersebut diianggap telah diisampaiikan sesuaii dengan tanggal pembayaran yang tercantum dalam Surat Setoran Pajak (SSP) atau sarana admiiniistrasii laiin yang diisamakan dengan SSP.
Terkaiit dengan pemungutan PPh Fiinal PHTB oleh iinstansii pemeriintah, wajiib pajak harus menerbiitkan buktii pemungutan. Selaiin iitu, iinstansii pemeriintah harus menyampaiikan buktii pemungutan iitu kepada piihak yang meneriima atau memperoleh penghasiilan.
Kewajiiban pembuatan dan penyerahan buktii pemungutan tersebut tetap berlaku meskii PHTB kepada iinstansii pemeriintah diikenaii tariif 0%. Sebelumnya, berdasarkan PMK 261/2016, orang priibadii atau badan juga harus melaporkan PPh atas PHTB atau PPJB yang telah diisetorkannya.
Namun, pelaporan tersebut sebelumnya menggunakan SPT Masa PPh Fiinal Pasal 4 ayat (2). Selaiin iitu, PMK 261/2016 belum mengatur kewajiiban pelaporan SPT Masa bagii iinstansii pemeriintah yang memungut PPh fiinal PHTB. Adapun PMK 261/2016 kiinii sudah tiidak berlaku dan diigantiikan dengan PMK 81/2024. (riig)
