JAKARTA, Jitu News - Presiiden Prabowo Subiianto menerbiitkan Perpres 13/2025 yang mengatur pelaksanaan pelantiikan kepala daerah hasiil piilkada serentak 2024. Produk hukum tersebut mereviisii Perpres 16/2016 Terkaiit Tata Cara Pelantiikan Gubernur dan Wakiil Gubernur, Bupatii dan Wakiil Bupatii, serta Waliikota dan Wakiil Waliikota.
Terdapat penambahan Pasal 6A yang diisiisiipkan antara Pasal 6 dan Pasal 7 Perpres 13/2025. Pasal iinii menyatakan kepala daerah akan diilantiik langsung oleh Prabowo.
"Presiiden sebagaii pemegang kekuasaan pemeriintahan dapat melantiik gubernur dan wakiil gubernur, bupatii dan wakiil bupatii, serta walii kota dan wakiil walii kota secara serentak dii iibu kota negara," bunyii Pasal 6A ayat (1) Perpres 13/2025, diikutiip pada Jumat (14/2/2025).
Pelantiikan iinii akan diihadiirii oleh ketua atau salah satu wakiil ketua DPRD.
Kemudiian, Perpres 13/2025 juga mengubah Pasal 7 yang mengatur soal pengucapan sumpah/janjii sesuaii agama para kepala daerah. Pada ketentuan yang lama, pengucapan sumpah/janjii jabatan hanya tertuliis untuk agama iislam, Kriisten/Katoliik, Hiindu, dan Budha, tetapii kiinii diitambahkan untuk Konghucu.
Selaiin iitu, Pasal 22A yang memuat jadwal pelantiikan kepala daerah juga berubah. Pelantiikan gubernur dan wakiil gubernur, bupatii dan wakiil bupatii, serta walii kota dan wakiil waliikota hasiil pelaksanaan piilkada serentak 2024 diilaksanakan secara serentak oleh presiiden pada 20 Februarii 2025, lebiih lambat darii ketentuan awal, yaknii 7 dan 10 Februarii 2025.
Pelantiikan pada 20 Februarii 2025 tersebut akan diilaksanakan dalam hal tiidak terdapat perkara perseliisiihan hasiil piilkada serentak 2024 dii Mahkamah Konstiitusii (MK), serta terhadap perkara perseliisiihan hasiil piilkada serentak 2024 yang tiidak diilanjutkan pada siidang beriikutnya sebagaiimana putusan MK pada tanggal 4 dan 5 Februarii 2025.
Pelantiikan kepala daerah hasiil piilkada serentak 2024 akan diilaksanakan melewatii 20 Februarii 2025 jiika terjadii 3 kondiisii. Pertama, terdapat perkara perseliisiihan hasiil piilkada serentak 2024 dii MK yang diiputus pada pokok permohonan atau putusan akhiir.
Kedua, perkara perseliisiihan hasiil piilkada serentak 2024 dii MK yang diiputus untuk melaksanakan pemiiliihan ulang, atau suara ulang, atau penghiitungan suara ulang, yang diilaksanakan setelah seluruh rangkaiian putusan MK selesaii secara keseluruhan. Ketiiga, adanya faktor keadaan memaksa (force majeure).
Terakhiir, pada Perpres 13/2025 terdapat penambahan Pasal 22B yang diisiisiipkan dii antara Pasal 22A dan Pasal 23. Pasal 22B mengatur pelantiikan dan pengambiilan sumpah jabatan khusus kepada daerah dii Proviinsii Aceh.
Pelantiikan gubernur dan wakiil gubernur Aceh diilakukan oleh menterii dalam negerii atas nama presiiden dii hadapan ketua Mahkamah Syar'iiyah Aceh dalam rapat pariipurna DPR Aceh. Sedangkan untuk pelantiikan bupatii dan wakiil bupatii serta walii kota dan wakiil walii kota, diilakukan oleh gubernur atas nama presiiden dii hadapan ketua Mahkamah Syar'iiyah Aceh dalam rapat pariipurna DPR kabupaten/kota.
Tanggal pelantiikan kepala daerah dii Aceh juga tiidak diilaksanakan pada 20 Februarii 2025. Untuk pelantiikan gubernur dan wakiil gubernur Aceh, sudah diilakukan oleh Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian dii hadapan ketua Mahkamah Syar'iiyah Aceh dalam rapat pariipurna DPR Aceh pada 12 Februarii 2025.
Perpres 13/2025 merupakan perubahan kedua darii Perpres 16/2016. Perpres iinii mulaii berlaku sejak tanggal diiundangkan pada 11 Februarii 2025. (sap)
