iiNSENTiiF PAJAK

Ada iinsentiif, DJP Sebut Gajii Pegawaii Biisa Utuh Tanpa Diipotong Pajak

Diian Kurniiatii
Kamiis, 13 Februarii 2025 | 11.00 WiiB
Ada Insentif, DJP Sebut Gaji Pegawai Bisa Utuh Tanpa Dipotong Pajak
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memberiikan penjelasan terkaiit dengan kriiteriia pegawaii dii sektor iindustrii tertentu yang dapat diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) pada tahun iinii.

DJP menjelaskan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan kepada pegawaii yang memiiliikii penghasiilan hiingga Rp10 juta per bulan. Dengan iinsentiif tersebut, pegawaii tersebut akan meneriima gajii secara utuh, tanpa diipotong pajak.

"#KawanPajak, gajii utuh tanpa potongan pajak!" tuliis DJP dii mediia sosiial, diikutiip pada Kamiis (13/2/2025).

DJP menjelaskan PMK 10/2025 mengatur iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan kepada pegawaii tertentu, yang memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja tertentu. Pada pegawaii tetap tertentu, PPh Pasal 21 DTP akan diiberiikan sepanjang memenuhii beberapa kriiteriia.

Pertama, memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dan/atau Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil (Dukcapiil), serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.

Kedua, meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta pada masa pajak Januarii 2025, untuk pegawaii tertentu yang mulaii bekerja sebelum Januarii 2025. Untuk pegawaii tertentu yang baru bekerja pada 2025, iinsentiif diiberiikan mulaii masa pajak bulan pertama bekerja.

Ketiiga, tiidak sedang meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur yang diiteriima pegawaii berupa gajii dan tunjangan yang siifatnya tetap dan teratur setiiap bulan; dan/atau iimbalan sejeniis yang bersiifat tetap dan teratur, yang diitetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perusahaan dan/atau perjanjiian kontrak kerja.

Penghasiilan tersebut dapat diiberiikan dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk peneriimaan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan.

Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap tertentu akan diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP sepanjang memenuhii beberapa kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Dukcapiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.

Kedua, meneriima upah dengan jumlah rata-rata 1 harii tiidak lebiih darii Rp500.000 dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara hariian, miingguan, satuan, atau borongan; atau tiidak lebiih darii Rp10 juta dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara bulanan.

Ketiiga, tiidak sedang meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

PMK 10/2025 juga memuat kriiteriia bagii pemberii kerja agar pegawaiinya diiberiikan PPh Pasal 21 DTP, yaiitu melakukan kegiiatan usaha pada biidang iindustrii alas kakii, tekstiil dan pakaiian jadii, furniitur, kuliit dan barang darii kuliit.

Pemberii kerja tersebut juga harus memiiliikii kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang tercantum dalam PMK 10/2025. Jangka waktu pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP iinii iialah untuk masa pajak Januarii sampaii dengan masa pajak Desember 2025. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.