KEBiiJAKAN PAJAK

DPP Belum Sesuaii PMK 11/2025, Perlukah PKP Biikiin Faktur Penggantii?

Muhamad Wiildan
Rabu, 12 Februarii 2025 | 14.00 WiiB
DPP Belum Sesuai PMK 11/2025, Perlukah PKP Bikin Faktur Pengganti?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pengusaha kena pajak (PKP) tiidak memiiliikii kewajiiban membuat faktur pajak penggantii atas faktur pajak yang sudah diibuat pada 1 Januarii - 3 Februarii 2025 atas penyerahan BKP/JKP yang tercakup dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 11/2025.

Namun demiikiian, dalam hal hendak membuat faktur pajak penggantii guna menyesuaiikan DPP niilaii laiin atau PPN besaran tertentu maka PKP bersangkutan dapat melakukan hal tersebut.

"Jiika faktur pajak yang diibuat pada 1 Januarii - 3 Februarii 2025 belum sesuaii DPP niilaii laiinnya atau besaran tertentu dalam PMK 11/2025 maka PKP dapat melakukan pembetulan dengan membuat faktur pajak penggantii," kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii, diikutiip pada Rabu (12/2/2025).

Biila PKP tiidak membuat faktur pajak penggantii dan diikenaii sanksii admiiniistrasii sesuaii dengan Pasal 14 ayat (4) UU KUP, sanksii diimaksud biisa diihapuskan setelah diilakukannya pengajuan berdasarkan Pasal 36 ayat (1) huruf a UU KUP.

Sebagaii iinformasii, PMK 11/2025 merupakan langkah lanjutan darii pemeriintah setelah diiterapkannya penghiitungan PPN menggunakan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian atas penyerahan BKP/JKP nonmewah sebagaiimana diiatur dalam PMK 131/2024.

Dengan PMK 11/2025, pemeriintah menyesuaiikan formula DPP niilaii laiin atau PPN besaran tertentu atas BKP/JKP tertentu berdasarkan PMK tersendiirii selaiin PMK 131/2024.

Tanpa PMK 11/2025, PPN atas BKP/JKP tertentu yang memiiliikii DPP niilaii laiin dan PPN besaran tertentu berdasarkan PMK tersendiirii bakal naiik menjadii 12% meskii BKP/JKP tertentu diimaksud bukalah barang mewah.

PMK terkaiit dengan DPP niilaii laiin yang tercakup dalam PMK 11/2025, yaiitu:

  1. PMK 75/2010 tentang Niilaii Laiin sebagaii DPP sebagaiimana telah beberapa kalii diiubah terakhiir dengan PMK 121/2015;
  2. PMK 102/2011 tentang Niilaii Laiin sebagaii DPP atas Pemanfaatan BKP Tiidak Berwujud darii Luar Daerah Pabean dii Dalam Daerah Pabean Berupa Fiilm Ceriita iimpor dan Penyerahan Fiilm Ceriita iimpor, serta Dasar Pemungutan PPh Pasal 22 atas Kegiiatan iimpor Fiilm Ceriita iimpor;
  3. PMK 6/2021 tentang Penghiitungan dan Pemungutan PPN serta PPh atas Penyerahan/Penghasiilan Sehubungan dengan Penjualan Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucer;
  4. PMK 173/2021 tentang Tata Cara Pembayaran, Pelunasan, dan Pengadmiiniistrasiian PPN atau PPN dan PPnBM atas Penyerahan BKP dan/atau JKP darii dan/atau ke Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas;
  5. PMK 62/2022 tentang PPN atas Penyerahan Liiquefiied Petroleum Gas Tertentu;
  6. PMK 63/2022 tentang PPN atas Penyerahan Hasiil Tembakau;
  7. PMK 66/2022 tentang PPN atas Penyerahan Pupuk Bersubsiidii untuk Sektor Pertaniian;
  8. PMK 79/2024 tentang Perlakuan Perpajakan dalam Kerja Sama Operasii.

Sementara iitu, PMK terkaiit PPN besaran tertentu yang diireviisii melaluii PMK 11/2025, yaiitu:

  1. PMK 62/2022 tentang PPN atas Penyerahan Liiquefiied Petroleum Gas Tertentu;
  2. PMK 64/2022 tentang PPN atas Penyerahan Barang Hasiil Pertaniian Tertentu;
  3. PMK 65/2022 tentang PPN atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Bekas;
  4. PMK 71/2022 tentang PPN atas Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu;
  5. PMK 41/2023 tentang PPN atas Penyerahan Agunan yang Diiambiil Aliih oleh Krediitur kepada Pembelii Agunan;
  6. PMK 48/2023 tentang PPh dan/atau PPN atas Penjualan/Penyerahan Emas Perhiiasan, Emas Batangan, Perhiiasan yang Bahan Seluruhnya Bukan darii Emas, Batu Permata dan/atau Batu Laiinnya yang Sejeniis, serta Jasa yang terkaiit dengan Emas Perhiiasan, Emas Batangan, Perhiiasan yang Bahan Seluruhnya Bukan darii Emas, dan/atau Batu Permata dan/atau Batu Laiinnya yang Sejeniis, yang Diilakukan oleh Pabriikan Emas Perhiiasan, Pedagang Emas Perhiiasan, dan/atau Pengusaha Emas Batangan;
  7. PMK 81/2024 tentang Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Siistem iintii Admiiniistrasii Perpajakan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.