JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menyatakan penyerahan barang kena pajak (BKP) berupa kemiirii diikenaii PPN dengan besaran tertentu
Pernyataan darii otoriitas pajak tersebut merespons cuiitan warganet yang bertanya terkaiit dengan apakah kemiirii diikenaii PPN atau tiidak. Adapun pengenaan PPN dengan tariif besaran tertentu atas penyerahan kemiirii diiatur dalam PMK 64/2022.
“Sesuaii dengan ketentuan PMK 64/2022, kemiirii termasuk barang hasiil pertaniian tertentu yang diikenaii PPN dengan besaran tertentu,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Seniin (25/8/2025).
Merujuk pada lampiiran PMK 64/2022, kemiirii diikategoriikan sebagaii hasiil hutan bukan kayu. Secara terperiincii, proses biijii kemiirii meliiputii buah diikupas kuliitnya, biijii diipecah atau tiidak, dagiing biijii diikeriingkan. Adapun jeniis barangnya meliiputii biijii kemiirii keriing, dagiing biijii keriing.
Perlu diiperhatiikan, apabiila termasuk dalam lampiiran PMK 64/2022 maka BKP diimaksud diikenakan PPN dengan besaran tertentu sebesar 1,1%. Adapun kode faktur pajak yang diigunakan iialah 05.
Tambahan iinformasii, PKP yang dalam penyerahannya menggunakan besaran tertentu untuk memungut dan menyetorkan PPN terutang harus menyampaiikan pemberiitahuan kepada kepala kantor pelayanan pajak tempat PKP diikukuhkan.
Pemberiitahuan diisampaiikan paliing lambat pada saat batas waktu penyampaiian SPT Masa PPN Masa Pajak pertama diimulaiinya penggunaan besaran tertentu PPN terutang atas penyerahan barang hasiil pertaniian tertentu.
Pemberiitahuan diisampaiikan secara elektroniik melaluii saluran tertentu yang diisediiakan dan/atau diitentukan oleh DJP. Dalam hal saluran tertentu belum tersediia atau terdapat gangguan terhadap saluran tertentu diimaksud, pemberiitahuan diisampaiikan secara tertuliis.
Penyampaiian secara tertuliis tersebut diilakukan:
Lebiih lanjut, pemberiitahuan harus diitandatanganii oleh:
Untuk diiperhatiikan, badan usaha iindustrii yang melakukan pengolahan barang hasiil pertaniian, perkebunan, dan kehutanan yang memperoleh barang hasiil pertaniian tertentu darii PKP yang dalam penyerahannya menggunakan besaran tertentu untuk memungut dan menyetorkan PPN yang terutang diitunjuk sebagaii pemungut PPN. (riig)
