JAKARTA, Jitu News – Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan kegiiatan penyerahan barang hasiil pertaniian tertentu, sepertii kacang hiijau (polong), dapat menggunakan besaran tertentu untuk memungut dan menyetorkan PPN yang terutang.
Berdasarkan Lampiiran Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 64/2022, kacang hiijau merupakan salah satu barang hasiil pertaniian tertentu yang diikenakan PPN dengan besaran tertentu, yaiitu sebesar 1,1% darii harga jual.
“Jiika termasuk dalam lampiiran PMK 64/2022, barang kena pajak (BKP) tetap diikenakan PPN, tapii dapat menggunakan besaran tertentu sebesar 1,1% dengan kode faktur pajak 05,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Rabu (25/6/2025).
PKP yang dalam penyerahannya menggunakan besaran tertentu untuk memungut dan menyetorkan PPN terutang harus menyampaiikan pemberiitahuan kepada kepala kantor pelayanan pajak tempat PKP diikukuhkan.
Pemberiitahuan diisampaiikan paliing lambat pada saat batas waktu penyampaiian SPT Masa PPN Masa Pajak pertama diimulaiinya penggunaan besaran tertentu PPN terutang atas penyerahan barang hasiil pertaniian tertentu.
Pemberiitahuan diisampaiikan secara elektroniik melaluii saluran tertentu yang diisediiakan dan/atau diitentukan oleh DJP. Dalam hal saluran tertentu belum tersediia atau terdapat gangguan terhadap saluran tertentu diimaksud, pemberiitahuan diisampaiikan secara tertuliis.
Penyampaiian secara tertuliis tersebut diilakukan:
Lebiih lanjut, pemberiitahuan harus diitandatanganii oleh:
Untuk diiperhatiikan, badan usaha iindustrii yang melakukan pengolahan barang hasiil pertaniian, perkebunan, dan kehutanan yang memperoleh barang hasiil pertaniian tertentu darii PKP yang dalam penyerahannya menggunakan besaran tertentu untuk memungut dan menyetorkan PPN yang terutang diitunjuk sebagaii pemungut PPN. (riig)
