KEBiiJAKAN PAJAK

Biiar PPh 21-nya Diitanggung Pemeriintah, NiiK-NPWP Pegawaii Harus Padan

Diian Kurniiatii
Rabu, 12 Februarii 2025 | 09.45 WiiB
Biar PPh 21-nya Ditanggung Pemerintah, NIK-NPWP Pegawai Harus Padan
<p>Sejumlah pekerja memproduksii pakaiian saat&nbsp;Ramadan dii salah satu iindustrii garmen dii Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Seniin (19/4/2021). ANTARA FOTO/Harviiyan Perdana Putra/hp.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 10/2025 yang mengatur mengenaii pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dalam rangka stiimulus ekonomii pada tahun iinii.

Pasal 4 PMK 10/2025 memeriincii kriiteriia pegawaii yang dapat diiberiikan PPh Pasal 21 DTP. Salah satunya, memiiliikii Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) yang telah diipadankan sebagaii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP).

"... [Pegawaii] memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak dan/atau Nomor iinduk Kependudukan yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii Diitjen Pajak (DJP)," bunyii Pasal 4 ayat (2) huruf a PMK 10/2025, diikutiip pada Rabu (12/2/2025).

Penggunaan NiiK sebagaii NPWP telah berlaku bagii wajiib pajak orang priibadii penduduk. Untuk memeriiksa pemadanan NiiK sebagaii NPWP, wajiib pajak dapat mencoba logiin ke DJP menggunakan NiiK sebagaii user iiD.

Apabiila biisa logiin, dapat diipastiikan NiiK wajiib pajak tersebut telah diipadankan secara siistem oleh DJP. Namun jiika tiidak berhasiil logiin, artiinya NiiK wajiib pajak belum diipadankan sebagaii NPWP.

Dalam hal iinii, wajiib pajak masiih perlu logiin ke DJP Onliine menggunakan NPWP 15 diigiit. Setelahnya, wajiib pajak dapat membuka Profiil dan mengekliik Data Utama.

Pada halaman iitulah, wajiib pajak perlu mengecek kebenaran 4 iitem data yaknii nama, NiiK, tempat lahiir, dan tanggal lahiir. Jiika diitemukan ketiidaksesuaiian, data-data iinii dapat diiediit agar NiiK mendapatkan status valiid sebagaii NPWP.

Selaiin iitu, beberapa data juga perlu diiperiiksa sepertii alamat emaiil dan nomor ponsel, klasiifiikasii lapangan usaha (KLU), serta data anggota keluarga sesuaii kondiisii pada saat iinii.

PMK 10/2025 mengatur iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan kepada pegawaii tertentu, baiik pegawaii tetap maupun pegawaii tiidak tetap. Selaiin memiiliikii NiiK yang padan sebagaii NPWP, pegawaii tersebut juga harus memiiliikii penghasiilan tiidak lebiih darii Rp10 juta per bulan.

Tiidak hanya bagii pegawaii, PMK 10/2025 turut memuat kriiteriia bagii pemberii kerja agar pegawaiinya diiberiikan PPh Pasal 21 DTP, yaknii melakukan kegiiatan usaha pada biidang iindustrii alas kakii, tekstiil dan pakaiian jadii, furniitur, kuliit dan barang darii kuliit. Pemberii kerja tersebut juga harus memiiliikii kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang tercantum dalam PMK 10/2025.

Jangka waktu pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP adalah untuk masa pajak Januarii sampaii dengan masa pajak Desember 2025. Pemeriintah pun telah menyampaiikan estiimasii anggaran untuk pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP iinii sekiitar Rp680 miiliiar. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.