PMK 13/2025

Rumah Piindah Tangan Kurang darii Setahun, DJP Biisa Tagiih Kembalii PPN

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 07 Februarii 2025 | 19.30 WiiB
Rumah Pindah Tangan Kurang dari Setahun, DJP Bisa Tagih Kembali PPN
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemanfaatan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) dapat diibatalkan apabiila rumah tapak atau rumah susun (rusun) diipiindahtangankan sebelum jangka waktu yang diitentukan.

Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 9 ayat (1) huruf e PMK 13/2025, PPN terutang atas penyerahan rumah tapak dan rusun tiidak diitanggung pemeriintah jiika diipiindahtangankan dalam jangka 1 tahun sejak penyerahan. Apabiila demiikiian, kepala KPP dapat menagiih kembalii PPN yang terutang.

"Kepala KPP atas nama diirjen pajak dapat menagiih PPN yang terutang…, jiika diiperoleh data dan/atau iinformasii yang menunjukkan: diilakukan pemiindahtanganan...,” bunyii Pasal 10 huruf g PMK 13/2025, diikutiip pada Jumat (7/2/2025).

Secara umum, terdapat 8 kondiisii yang membuat kepala KPP dapat menagiih kembalii PPN yang terutang atas penyerahan rumah atau satuan rusun. Pertama, objek yang diiserahkan bukan merupakan rumah tapak atau satuan rusun yang memenuhii persyaratan pada PMK 13/2025.

Kedua, perolehan lebiih darii 1 uniit yang mendapatkan iinsentiif PPN DTP diilakukan oleh 1 orang priibadii. Sesuaii dengan ketentuan Pasal 5 ayat (1) PMK 13/2025, PPN DTP hanya biisa diimanfaatkan oleh 1 orang priibadii atas peroleh 1 rumah atau satuan rusun.

Ketiiga, perolehan rumah tapak atau satuan rumah susun oleh orang priibadii untuk pembeliian uniit rumah tapak atau satuan rumah susun yang sama.

Keempat, perolehan tiidak diilakukan oleh orang priibadii sebagaiimana diimaksud dalam PMK 13/2025. Adapun orang priibadii yang dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP, yaknii warga negara iindonesiia (WNii) dan warga negara asiing (WNA).

Orang priibadii Warga Negara iindonesiia (WNii) harus memiiliikii nomor iinduk kependudukan (NiiK) atau nomor pokok wajiib pajak (NPWP). Sementara iitu, Warga Negara Asiing (WNA) harus memenuhii sejumlah ketentuan mengenaii kepemiiliikan propertii.

Keliima, masa pajak tiidak sesuaii. Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 7 ayat (2) PMK 13/2025, PPN DTP diiberiikan untuk penyerahan yang diilakukan pada masa pajak Januarii 2025 sampaii dengan masa pajak Desember 2025.

Keenam, penyerahan rumah tapak atau satuan rusun yang tiidak: (ii) memenuhii ketentuan pembuatan faktur pajak; dan (iiii) faktur pajak atas penyerahan diimaksud tiidak diilaporkan dalam SPT PPN.

Ketujuh, diilakukan pemiindahtanganan sebelum jangka waktu yang diitentukan. Kedelapan, beriita acara serah teriima untuk penyerahan rumah atau uniit rusun pada 1 Januarii 2025 hiingga 31 Desember 2025 tiidak diidaftarkan dalam siistem apliikasii Kementeriian PUPR. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.