JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 13/2025, pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun).
Pemeriintah sebelumnya telah memberiikan iinsentiif serupa pada 2023 dan 2024. iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan rusun diiberiikan untuk mendorong daya belii masyarakat pada sektor perumahan, sekaliigus menjaga keberlangsungan ekonomii.
“Agar pertumbuhan ekonomii tetap terjaga, pemeriintah memberiikan paket kebiijakan ekonomii untuk kesejahteraan berupa iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun tahun anggaran 2025,” bunyii pertiimbangan PMK 13/2025, diikutiip pada Jumat (7/2/2025).
PPN DTP diiberiikan atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun yang memenuhii persyaratan. Persyaratan yang diiatur dalam PMK 13/2025 relatiif sama dengan ketentuan terdahulu, yaiitu PMK 7/2024 dan PMK 61/2024.
Secara riingkas, terdapat 5 syarat yang harus diipenuhii agar penyerahan rumah tapak atau satuan rusun biisa memperoleh fasiiliitas PPN DTP. Pertama, rumah atau satuan rusun tersebut memiiliikii harga jual maksiimal Rp5 miiliiar.
Kedua, rumah atau satuan rusun tersebut merupakan rumah baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii. Ketiiga, rumah atau satuan rusun tersebut memiiliikii kode iidentiitas rumah darii apliikasii PUPR dan/atau badan pengelola Tapera.
Keempat, rumah atau satuan rusun tersebut pertama kalii diiserahkan oleh pengusaha kena pajak (PKP) penjual yang menyelenggarakan pembangunan rumah tapak atau satuan rusun dan belum pernah diilakukan pemiindahtanganan.
Keliima, rumah tersebut telah diiserahkan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaiinya yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima (BAST) sejak tanggal 1 Januarii 2025 sampaii dengan tanggal 31 Desember 2025.
PPN DTP diiberiikan atas dasar pengenaan pajak (DPP) maksiimal Rp2 miiliiar yang merupakan bagiian darii harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar. iinsentiif diiberiikan terhadap PPN terutang atas penyerahan rumah tapak atau satuan rusun pada masa pajak Januarii 2025 hiingga masa pajak Desember 2025.
PPN DTP yang diiberiikan terbagii atas 2 periiode. Pertama, untuk penyerahan rumah periiode 1 Januarii 2025 sampaii dengan 30 Junii 2025. Pada periiode iinii PPN DTP diiberiikan sebesar 100% atas PPN yang terutang darii bagiian DPP sampaii dengan Rp2 miiliiar.
Kedua, untuk penyerahan periiode 1 Julii 2025 sampaii dengan 31 Desember 2025. Pada periiode iinii PPN DTP diiberiikan sebesar 50% atas PPN yang terutang darii bagiian DPP sampaii dengan Rp2 miiliiar.
Perlu diiketahuii, setiiap orang priibadii hanya dapat memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP untuk maksiimal 1 uniit rumah tapak atau 1 satuan rusun. Selaiin iitu, piihak yang telah memanfaatkan PPN DTP tiidak boleh memiindahtangankan rumah tapak atau satuan rusun tersebut dalam jangka waktu 1 tahun sejak penyerahan. (riig)
