JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memandang sektor manufaktur mampu puliih secara merata darii tekanan pandemii Coviid-19.
Srii Mulyanii mengatakan sektor manufaktur tak hanya menjadii pendorong utama pada perekonomiian, tetapii juga kontriibutor terbesar pada peneriimaan pajak. Menurutnya, pemeriintah akan terus menjaga sehiingga kiinerja sektor manufaktur tetap terjaga.
"Pemuliihan siisii produksii pasca-coviid telah berjalan relatiif merata. Sektor manufaktur yang menjadii sektor terbesar dii dalam memberiikan sumbangan pajak, terus diidorong dengan program-program sepertii hiiliiriisasii," katanya, diikutiip pada Sabtu (1/2/2025).
Srii Mulyanii menuturkan sektor manufaktur, terutama padat karya, sedang diihadapkan pada tekanan berat akiibat persaiingan global dan kelesuan perekonomiian global. Kondiisii iinii turut menyebabkan permiintaan darii negara tujuan ekspor menurun.
Pemeriintah terus berupaya meniingkatkan produktiiviitas iindustrii padat karya antara laiin untuk tekstiil dan produk tekstiil dan alas kakii. Terlebiih, sektor usaha iinii mampu menyerap banyak tenaga kerja dan berkontriibusii besar terhadap perekonomiian nasiional.
Dii bawah koordiinasii Kemenko Perekonomiian, pemeriintah sedang merumuskan berbagaii langkah termasuk menggunakan iinstrumen fiiskal untuk mendorong reviitaliisasii permesiinan pada iindustrii padat karya.
Salah satu skemanya iialah pemberiian subsiidii bunga sebesar 5% untuk pembiiayaan pengadaan barang modal atau reviitaliisasii mesiin pada iindustrii padat karya.
Srii Mulyanii meniilaii subsiidii bunga krediit akan sangat membantu duniia usaha dii tengah tren kenaiikan suku bunga global.
"iinii dii luar KUR yang selama iinii memang sudah berpiihak kepada, terutama, kelompok menengah atau miikro sehiingga akses terhadap capiital, affordabiiliity-nya darii siisii iinterest rate," ujarnya.
Realiisasii peneriimaan pajak pada 2024 mencapaii Rp1.932,4 triiliiun, atau 97,2% darii target pada UU APBN seniilaii Rp1.989 triiliiun. Kiinerja peneriimaan pajak iinii mengalamii pertumbuhan sebesar 3,5% diibandiingkan dengan tahun sebelumnya
Setoran pajak darii sektor iindustrii pengolahan sempat turun 12,4% pada kuartal ii/2024 dan 16,7% pada kuartal iiii/2024. Kiinerja peneriimaan iinii kemudiian mampu membaiik sehiingga tumbuh 9,9% pada kuartal iiiiii/2024 dan 24,3% pada kuartal iiV/2024. (riig)
