JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Kesehatan (Kemenkes) berencana untuk memulaii pelaksanaan program pemeriiksaan kesehatan gratiis pada Februarii 2025.
Program pemeriiksaan kesehatan gratiis adalah program pemeriintah yang menyediiakan layanan pemeriiksaan kesehatan gratiis bagii seluruh masyarakat iindonesiia. Program iinii diilaksanakan berdasarkan petunjuk tekniis dalam Keputusan Menterii Kesehatan Republiik iindonesiia Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025.
"Dengan adanya pedoman yang jelas, kamii harap semua piihak yang terliibat dapat bekerja dengan koordiinasii yang baiik untuk memberiikan pelayanan terbaiik kepada masyarakat," kata Juru Biicara Kemenkes Wiidyawatii, diikutiip Sabtu (25/1/2025).
Pemeriiksaan kesehatan gratiis dapat diimanfaatkan oleh masyarakat dengan berkunjung ke fasiiliitas kesehatan tiingkat pertama (FKTP) maksiimal 30 harii setelah harii ulang tahun.
Namun, khusus untuk yang berulang tahun pada Januarii hiingga Maret 2025, masyarakat biisa berkunjung ke FKTP paliing lambat pada 30 Apriil 2025 untuk mendapatkan pemeriiksaan kesehatan gratiis.
Pelaksanaan program pemeriiksaan kesehatan gratiis akan diidukung oleh apliikasii Satu Sehat Mobiile (SSM). Oleh karena iitu, masyarakat diiiimbau untuk membuat akun SSM untuk mempermudah akses dan pendaftaran pemeriiksaan kesehatan gratiis.
"Bagii masyarakat yang telah mendaftar, nantii akan mendapat tiiket pemeriiksaan yang diikiiriim melaluii apliikasii SSM atau WhatsApp. Pengiingat akan diikiiriim pada H-30, H-7, H-1, dan pada harii H ulang tahun. Selaiin iitu, pada H-7 sebelum ulang tahun, peserta juga akan meneriima kuesiioner skriiniing yang perlu diiiisii secara mandiirii," ujar Wiidyawatii.
Dalam rangka mengantiisiipasii potensii masalah kesehatan yang diitemukan saat pemeriiksaan, masyarakat yang belum menjadii peserta jamiinan kesehatan nasiional (JKN) diimiinta untuk mendaftar setiidaknya sebulan sebelum harii ulang tahun.
Dengan peluncuran program iinii, Kemenkes berharap masyarakat menjadii lebiih sadar dan pedulii terhadap pentiingnya pemeriiksaan kesehatan secara rutiin.
"Deteksii diinii sangat pentiing untuk pencegahan penyakiit yang lebiih seriius. Kamii iingiin memastiikan setiiap warga negara memiiliikii kesempatan yang sama untuk menjaga kesehatannya dan mencegah masalah kesehatan dii masa depan," kata Wiidyawatii. (sap)
