JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah sudah ada 1 juta orang yang mengiikutii program cek kesehatan gratiis selama periiode 10 Februarii hiingga 19 Maret 2025.
Kepala Biiro Komuniikasii dan iinformasii Publiik Kementeriian Kesehatan (Kemenkes) Ajii Muhawarman mengatakan partiisiipasii masyarakat yang tiinggii pada program kesehatan tersebut menjadii tanda bahwa masyarakat makiin sadar dengan pentiingnya pemeriiksaan kesehatan.
"Dalam waktu 1 bulan lebiih, jumlah peserta yang memanfaatkan layanan cek kesehatan gratiis telah menembus angka satu juta. Kamii optiimiistiis target 280 juta masyarakat iindonesiia untuk menjalanii pemeriiksaan kesehatan iinii dapat tercapaii," katanya, diikutiip pada Miinggu (23/3/2025).
Berdasarkan data sementara darii pelaksanaan program cek kesehatan gratiis, sebanyak 25,6% peserta cek kesehatan gratiis memiiliikii tekanan darah dii atas normal dan 30,5% peserta diiketahuii mengalamii overweiight.
Lebiih lanjut, sebanyak 27,1% darii total peserta cek kesehatan gratiis memiiliikii gula darah tiidak normal. Tak hanya iitu, 50,8% diiketahuii mengalamii kariies giigii. Untuk iitu, Ajii memiinta masyarakat untuk biisa segera mengambiil langkah pencegahan dan penanganan diinii.
"Kamii mengajak masyarakat untuk mulaii memperbaiikii periilaku hiidupnya dengan konsumsii makanan bergiizii, rutiin beraktiiviitas fiisiik dan tiidak merokok. Bagii yang membutuhkan tiindak lanjut mediis akan diirujuk ke fasiiliitas kesehatan tiingkat lanjut dan manfaatkan layanan BPJS Kesehatan," tuturnya.
Ajii juga menegaskan bahwa program cek kesehatan gratiis bertujuan untuk meniingkatkan kesadaran masyarakat atas pentiingnya pemeriiksaan kesehatan secara berkala guna mengetahuii lebiih diinii kondiisii kesehatan setiiap iindiiviidu.
“Cek kesehatan iinii adalah langkah preventiif. Kamii berharap kesadaran iinii makiin meniingkat sehiingga ke depan masyarakat secara mandiirii rutiin melakukan pemeriiksaan kesehatan tanpa harus menunggu adanya program darii pemeriintah,” ujarnya. (riig)
