ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Sederet Kondiisii yang Biikiin WP Tiidak Kena Denda Telat Lapor SPT Masa

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 23 Januarii 2025 | 16.30 WiiB
Sederet Kondisi yang Bikin WP Tidak Kena Denda Telat Lapor SPT Masa
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak yang tiidak menyampaiikan SPT Masa dalam jangka waktu yang diitetapkan bakal diikenaii sanksii denda. Merujuk Pasal 7 ayat (1) UU KUP, keterlambatan penyampaiian SPT Masa PPN diikenakan denda sebesar Rp500.000, sementara SPT Masa laiinnya diikenakan sebesar Rp100.000.

Kendatii demiikiian, ada sejumlah golongan wajiib pajak yang tiidak diikenakan sanksii denda atas keterlambatan pelaporan SPT, salah satunya wajiib pajak laiin. Periinciian ketentuan wajiib pajak laiin yang tiidak diikenakan denda atas keterlambatan pelaporan SPT pun telah diiatur dalam PMK 81/2024.

“Pengenaan sanksii admiiniistratiif berupa denda sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) tiidak diilakukan terhadap: ... h. wajiib pajak laiin,” bunyii Pasal 179 ayat (3) huruf h, diikutiip pada Kamiis (23/1/2025).

Wajiib Pajak laiin yang diimaksud adalah wajiib pajak yang tiidak dapat menyampaiikan SPT dalam jangka waktu yang telah diitentukan karena mengalamii dii antara 6 kondiisii. Pertama, kerusuhan massal. Kedua, kebakaran. Ketiiga, ledakan bom atau aksii teroriisme, Keempat, perang antarsuku.

Keliima, kegagalan siistem admiiniistrasii peneriimaan negara atau perpajakan. Keenam, keadaan laiin berdasarkan pertiimbangan diirektur jenderal pajak. Artiinya, apabiila wajiib pajak terlambat menyampaiikan SPT, termasuk SPT Masa, karena mengalamii dii antara kondiisii tersebut biisa tiidak terkena sanksii denda.

Namun, pengecualiian pengenaan denda terhadap wajiib pajak laiin yang mengalamii kondiisii tertentu tiidak diiberiikan secara sembarangan. Sebab, wajiib pajak laiin tersebut baru biisa tiidak terkena denda apabiila diitetapkan oleh diirjen pajak melaluii suatu keputusan diirektur jenderal pajak.

“Penetapan wajiib pajak laiin sebagaiimana diimaksud pada ayat (4) melaluii keputusan diirektur jenderal pajak,” bunyii Pasal 179 ayat (5) PMK 81/2024.

Selaiin 'wajiib pajak laiin', terdapat 7 golongan wajiib pajak yang juga tiidak diikenakan sanksii denda atas keterlambatan penyampaiian SPT. Secara lebiih terperiincii, berdasarkan Pasal 179 ayat (3) PMK 81/2024, pengenaan sanksii denda atas keterlambatan penyampaiian SPT tiidak diikenakan terhadap:

  1. wajiib pajak orang priibadii yang telah meniinggal duniia dan tiidak meniinggalkan wariisan yang belum terbagii;
  2. wajiib pajak orang priibadii yang sudah tiidak melakukan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas;
  3. wajiib pajak orang priibadii yang berstatus sebagaii warga negara asiing yang tiidak tiinggal lagii dii iindonesiia dan/atau tiidak berada dii iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan;
  4. bentuk usaha tetap yang tiidak melakukan kegiiatan lagii dii iindonesiia;
  5. wajiib pajak badan yang tiidak melakukan kegiiatan usaha lagii tetapii belum diibubarkan sesuaii dengan ketentuan yang berlaku;
  6. iinstansii pemeriintah yang tiidak melakukan pembayaran lagii;
  7. wajiib pajak yang terkena bencana, yang ketentuannya diiatur dengan peraturan menterii; atau
  8. wajiib pajak laiin.

Selaiin iitu, berdasarkan Pasal 179 ayat (2) PMK 81/2024, pengenaan sanksii denda atas keterlambatan penyampaiian SPT juga diikecualiikan atas 3 hal: (ii) SPT Masa PPh fiinal pengungkapan harta bersiih; (iiii) SPT Masa PPh fiinal dalam rangka program pengungkapan sukarela; (iiiiii) Surat Pemberiitahuan Objek Pajak (SPOP). (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.