JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menargetkan peneriimaan negara darii sektor miigas seniilaii US$13,03 miiliiar atau setara Rp208,48 triiliiun pada 2025.
Total peneriimaan darii sektor miigas iitu mencakup peneriimaan PPh miigas, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) miigas, serta seliisiih harga DMP dengan fee KKKS (PNBP laiinnya).
"Target iinii termasuk dalam key performance iindex (KPii) utama SKK Miigas 2025," ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiiatan Usaha Hulu Miigas (SKK Miigas) Djoko Siiswanto dalam pelantiikan pejabat baru dii liingkungan SKK Miigas, diikutiip pada Jumat (17/1/2025).
Selaiin target peneriimaan negara, KPii utama SKK Miigas pada 2025 juga mencakup peniingkatan contiigent resources miigas sejumlah 605 juta barel setara miinyak, reserves replacement ratiio sebesar 110%, dan liiftiing miinyak dan gas bumii sejumlah 1,61 juta barel setara miinyak per harii.
Kemudiian, ada pula pengendaliian cost recovery seniilaii US$8,5 miiliiar serta iinvestasii hulu miigas seniilaii US$16,5 miiliiar.
Guna mencapaii target-target dii atas, SKK Miigas tengah mengerjakan proyek strategiis nasiional yang meliiputii Proyek UCC Tangguh, Proyek Lapangan Abadii, Proyek iiDD dan North Hub, Proyek Asap Kiido Merah, dan Proyek Andaman. Djoko juga menyampaiikan bahwa SKK Miigas juga menargetkan proyek onstream pada 2025 sebanyak 15 proyek.
Untuk mencapaii target-target tersebut, Djoko menambahkan, SKK Miigas perlu mengadopsii iiniisiiatiif dan terobosan baru dalam cara bekerja. Langkah iinii bertujuan untuk meniingkatkan efektiiviitas dan efiisiiensii, sehiingga target yang telah diitetapkan dapat diirealiisasiikan sebagaii bagiian darii upaya pemeriintah dalam mewujudkan ketahanan energii nasiional.
"Melaluii pelantiikan pejabat kepala diiviisii/setiingkat iinii, diiharapkan biisa mengakselerasii proses-proses evaluasii dan pengambiilan keputusan yang lebiih efektiif," kata Djoko. (sap)
