JAKARTA, Jitu News - Lembaga Kebiijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemeriintah (LKPP) menyampaiikan pengumuman terkaiit dengan dampak darii telah diiluncurkannya coretax Diitjen Pajak (DJP).
Pengumuman terkaiit dengan dampak peluncuran coretax admiiniistratiion system (CTAS) DJP terhadap proses transaksii pengadaan barang/jasa tersebut diisampaiikan melaluii sebuah unggahan oleh akun iinstagram resmii e-Procurement iindonesiia yang diikelola Diirektorat Siistem Pengadaan Diigiital LKPP.
“Dengan diiluncurkannya coretax … berdampak pada proses transaksii pengadaan barang/jasa dii SiiKaP dan SPSE yang akan menggunakan NPWP 16 diigiit mulaii tanggal 20 Januarii 2025,” bunyii pengumuman tersebut, Selasa (14/1/2025).
Melaluii pengumuman tersebut diisampaiikan pula bahwa penyediia yang baru membuat Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) pada 2025, baru biisa mendaftar dii Siistem iinformasii Kiinerja Penyediia (SiiKaP) pada Januarii 2025.
Kemudiian, penyediia yang sudah terdaftar dii SiiKaP perlu melakukan pengecekan pada hasiil padanan 15 diigiit ke 16 diigiit. Jiika hasiil padanan NPWP 16 diigiit masiih kosong, penyediia perlu melakukan iinput manual dii SiiKaP pada kolom NPWP 16 diigiit, lalu kliik ‘Cek NPWP’.
“Jiika hasiil padanan NPWP 16 diigiit tiidak sesuaii maka penyediia dapat menghubungii LPSE Support atau biisa hubungii DJP,” bunyii pengumuman tersebut.
Sepertii diiketahuii, iimplementasii coretax admiiniistratiion system (CTAS) mulaii 1 Januarii 2025 telah diitegaskan dalam sebuah keputusan yang diitetapkan Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii pada 30 Desember 2024. Keputusan yang diimaksud adalah KMK 456/2024.
Sesuaii dengan KMK 456/2024, DJP dan iinstansii/lembaga atau piihak ketiiga yang terkoneksii dengan coretax DJP wajiib menjaga keamanan iinformasii dan bertanggung jawab atas pemenuhan standar keamanan dalam penggunaan coretax DJP. Siimak ‘iimplementasii Coretax DJP, iinii Keputusan yang Diitetapkan Srii Mulyanii’. (kaw)
