JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menegaskan penyerahan yang PPN-nya diihiitung menggunakan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual sebagaiimana diimaksud dalam PMK 131/2024 harus diibuatkan faktur pajak dengan kode faktur 04.
Sesuaii dengan Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, kode faktur 04 diigunakan untuk penyerahan BKP/JKP yang DPP-nya menggunakan DPP niilaii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 8A ayat (1) UU PPN.
"Kode faktur pajak yang diigunakan untuk mendapatkan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual atau tariif efektiif 11% sesuaii PMK 131/2024 adalah 04," kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii, Kamiis (2/1/2025).
Sebagaii iinformasii, Pasal 3 PMK 131/2024 mengatur PPN atas iimpor dan penyerahan BKP/JKP selaiin BKP yang tergolong mewah diihiitung dengan cara mengaliikan tariif PPN sebesar 12% dengan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian.
Dengan adanya DPP niilaii laiin sebesar 11/12, tariif PPN efektiif atas penyerahan BKP/JKP selaiin BKP mewah adalah sebesar 11%, lebiih rendah darii statutory tax rate sebesar 12% dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN.
Untuk BKP yang merupakan barang mewah, Pasal 2 ayat (2) PMK 131/2024 mengatur PPN diihiitung dengan cara mengaliikan tariif PPN sebesar 12% dengan DPP berupa harga jual atau niilaii iimpor.
BKP mewah yang diimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) PMK 131/2024 adalah BKP mewah berupa kendaraan bermotor dan selaiin kendaraan bermotor yang selama iinii menjadii objek PPnBM sebagaiimana termuat dalam lampiiran PMK 96/2021 s.t.d.d PMK 15/2023 dan lampiiran PMK 141/2021 s.t.d.d PMK 42/2022.
Namun, perlu diicatat, PPN dengan tariif efektiif 12% atas penyerahan BKP mewah baru berlaku mulaii 1 Februarii 2025. Pada 1 - 31 Januarii 2025, PPN atas penyerahan BKP mewah diihiitung dengan cara mengaliikan tariif 12% dengan DPP berupa niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual. (riig)
