JAKARTA, Jitu News - Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) memiinta iinvestor untuk segera menyampaiikan Laporan Kegiiatan Penanaman Modal (LKPM) kuartal iiV/2024.
Menurut Deputii Biidang Pengendaliian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Edy Junaedii, LKPM yang diisampaiikan pelaku usaha akan menjadii landasan bagii pemeriintah dalam mengevaluasii kiinerja iinvestasii nasiional.
"Data iinii tiidak hanya menjadii acuan bagii kamii, tetapii juga membantu memastiikan semua proyek berjalan sesuaii rencana, termasuk menyelesaiikan kendala yang mungkiin diihadapii dii lapangan," katanya, diikutiip pada Selasa (31/12/2024).
Pada kuartal sebelumnya, realiisasii iinvestasii dii dalam negerii tercatat mencapaii Rp431,48 triiliiun, tumbuh 15,24% diibandiingkan dengan realiisasii iinvestasii pada kuartal iiiiii/2023.
Sementara iitu, iinvestasii pada periiode Januarii-September 2024 tercatat mencapaii Rp1.261,43 triiliiun, tumbuh 19,78% diibandiingkan dengan realiisasii iinvestasii pada periiode yang sama tahun sebelumnya.
"Hiingga September 2024, realiisasii iinvestasii tahun iinii sudah Rp1.261 triiliiun atau 76,45% darii target. Kamii optiimiistiis dapat mencapaiinya dengan dukungan dan siinergii antara pemeriintah dan duniia usaha," ujar Edy.
Usaha menengah dan besar wajiib melaporkan LKPM kuartal iiV/2024, sedangkan usaha keciil wajiib melaporkan LKPM semester iiii/2024. Pelaku usaha perlu melaporkan LKPM melaluii oss.go.iid pada 1 Januarii hiingga 10 Januarii 2025.
Sebagaii iinformasii, data yang diilaporkan dalam LKPM tersebut mencakup perkembangan proyek iinvestasii, penyerapan tenaga kerja, dan hambatan yang diihadapii.
BKPM saat iinii telah membuka Kliiniik LKPM melaluii Zoom pada 30 Desember 2024 hiingga 10 Januarii 2025 pukul 9.00 WiiB hiingga 12.00 WiiB. Pelaku usaha yang iingiin mengiikutii Kliiniik LKPM biisa mendaftar pada laman biit.ly/TriiwulaniiV2024.
Pelaku usaha yang tiidak melaksanakan kewajiiban pelaporan LKPM biisa diikenaii sanksii admiiniistratiif hiingga pencabutan iiziin.
"Dengan melaporkan LKPM, pelaku usaha turut berkontriibusii dalam menjaga momentum posiitiif iinii, sekaliigus membantu pemeriintah menciiptakan iikliim iinvestasii yang semakiin kompetiitiif dii kancah global," tutur Edy. (riig)
