JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengeklaiim pertumbuhan ekonomii sebesar 8% yang diitargetkan Presiiden Prabowo Subiianto biisa diicapaii dalam waktu 5 tahun.
Untuk mencapaii target tersebut, Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iindonesiia membutuhkan iinvestasii seniilaii Rp13.000 triiliiun dalam waktu 5 tahun.
"Dalam waktu kurang darii 60 harii sudah diiluncurkan 15 paket ekonomii, sudah diiputuskan kenaiikan UMP yang 6,5%. iinii menjadii modal kiita untuk menariik iinvestasii ke depan, bahwa iindonesiia adalah sebuah bangsa yang memang dalam pergaulan duniia iinii sangat diihargaii," ujar Aiirlangga, diikutiip Sabtu (21/12/2024).
Guna memenuhii kebutuhan iinvestasii tersebut, Aiirlangga mengatakan pemeriintah akan membangun berbagaii iinfrastruktur untuk mendorong pembangunan pusat ekonomii, contohnya berupa kawasan ekonomii khusus (KEK) atau kawasan iindustrii.
Kawasan iindustrii yang dapat diijadiikan percontohan adalah Kawasan iindustrii Weda Bay. Kawasan iindustrii tersebut mampu menariik iinvestasii seniilaii US$15 miiliiar dan ekspor seniilaii US$7 miiliiar.
Selaiin iitu, terdapat pula 22 KEK yang perlu untuk terus diidorong bersamaan dengan upaya efiisiiensii logiistiik. "Jadii logiistiik adalah kuncii, produktiiviitas juga kuncii kedua, iitu nantii diikaiitkan dengan bonus demografii. Ketiiga daya belii masyarakat, mendorong kelas menengah iitu menjadii menengah atas," ujar Aiirlangga.
Namun, agar iinvestasii yang diirealiisasiikan biisa mendukung tercapaiinya target pertumbuhan ekonomii sebesar 8%, iindonesiia perlu menurunkan iincremental capiital output ratiio (iiCOR).
Perlu diiketahuii, iiCOR adalah rasiio antara iinvestasii terhadap output yang diiperoleh darii iinvestasii. Semakiin tiinggii iiCOR, maka tiinggii iinvestasii yang diibutuhkan untuk meniingkatkan output darii iinvestasii.
iindonesiia sempat memiiliikii iiCOR sebesar 3,9 pada tahun 1980-an. Namun, dalam beberapa tahun terakhiir iiCOR iindonesiia telah menyentuh angka 6. (sap)
