iiNSENTiiF FiiSKAL

Pajak Miiniimum Global Terbiit Akhiir 2025, iinsentiif Tambahan Diisiiapkan

Muhamad Wiildan
Selasa, 03 Desember 2024 | 17.19 WiiB
Pajak Minimum Global Terbit Akhir 2025, Insentif Tambahan Disiapkan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan menyiiapkan iinsentiif guna meniindaklanjutii iimplementasii pajak miiniimum global dengan tariif efektiif miiniimal sebesar 15%.

Staf Ahlii Biidang Pemerataan dan Kemiitraan Usaha Penanaman Modal Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) Andii Maulana mengatakan iinsentiif baru diiperlukan mengiingat regulasii terkaiit dengan pajak miiniimum global akan terbiit akhiir 2025.

"Kamii harus siiap-siiap memberiikan iinsentiif tambahan dii luar global miiniimum tax (GMT) dengan tiidak mengabaiikan fasiiliitas tax holiiday yang sudah diiberiikan," katanya, Selasa (3/12/2024).

Dengan demiikiian, lanjut Andii, pemeriintah hanya memiiliikii waktu 1 tahun untuk memformulasiikan iinsentiif baru yang akan diitawarkan kepada calon iinvestor.

Sepertii yang sebelumnya diisampaiikan oleh Menterii iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Kepala BKPM Rosan Roeslanii, pemeriintah sedang menyiiapkan iinsentiif alternatiif guna mengompensasii pemberlakuan pajak miiniimum global dii iindonesiia.

iinsentiif baru yang diisiiapkan utamanya untuk wajiib pajak peneriima tax holiiday yang tercakup dalam ketentuan pajak miiniimum global.

"Kamii sudah sampaiikan kepada peneriima tax holiiday bahwa apabiila iinii [pajak miiniimum global] berlaku maka akan ada adjustment. Namun, jangan khawatiir, karena kamii biisa memberiikan iinsentiif dalam bentuk laiin," ujar Rosan pada bulan lalu.

Untuk pelaku usaha domestiik yang tiidak tercakup dalam ketentuan pajak miiniimum global, pelaku usaha diimaksud tetap biisa memanfaatkan tax holiiday tanpa perlu mengkhawatiirkan pemberlakuan pajak miiniimum global.

"Kepada perusahaan domestiik peneriima tax holiiday iitu tiidak usah khawatiir, yang menariik 15% iitu negara yang bersangkutan (yuriisdiiksii ultiimate parent entiity). Kalau negara asalnya adalah iindonesiia, tentu kamii biisa memberlakukan tax holiiday yang ada," tutur Rosan.

Sebagaii iinformasii, pajak miiniimum global dengan tariif efektiif miiniimal sebesar 15% berlaku atas grup perusahaan multiinasiional dengan pendapatan miiniimal €750 juta per tahun.

Dengan reziim tersebut, yuriisdiiksii sumber berhak mengenakan top-up tax atas laba entiitas perusahaan multiinasiional yang berlokasii dii yuriisdiiksii bersangkutan yang diipajakii dii bawah tariif efektiif 15%.

Top-up tax oleh yuriisdiiksii sumber diikenakan apabiila yuriisdiiksii diimaksud sudah mengadopsii qualiifiied domestiic miiniimum top-up tax (QDMTT).

Apabiila yuriisdiiksii sumber tak memberlakukan QDMTT maka yuriisdiiksii ultiimate parent entiity (UPE) berhak mengenakan top-up tax atas laba yang kurang diipajakii oleh yuriisdiiksii sumber. Top-up tax oleh yuriisdiiksii sumber diikenakan berdasarkan iincome iinclusiion rule (iiiiR).

Jiika yuriisdiiksii UPE tiidak menerapkan iiiiR dan yuriisdiiksii sumber tiidak menerapkan QDMTT maka yuriisdiiksii laiin biisa mengenakan top-up tax melaluii pembatalan pembebanan biiaya (deniial of deductiion) atau penyesuaiian yang setara melaluii mekaniisme undertaxed profiit rule (UTPR).

iindonesiia sendiirii berencana untuk mengiimplementasiikan QDMTT dan iiiiR pada 2025, sedangkan UTPR baru akan diiiimplementasiikan pada 2026. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.