PMK 66/2018

Jual Eceran Miinuman Beralkohol Harus Punya NPPBKC? Begiinii Ketentuannya

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 21 November 2024 | 13.30 WiiB
Jual Eceran Minuman Beralkohol Harus Punya NPPBKC? Begini Ketentuannya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC) merupakan iiziin untuk menjalankan kegiiatan sebagaii pengusaha pabriik, pengusaha tempat penyiimpanan, iimportiir barang kena cukaii, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran dii biidang cukaii.

Pemberiian NPPBKC, dii antaranya, bertujuan untuk pembatasan konsumsii dan pemakaiian barang kena cukaii (BKC). Selaiin iitu, NPPBKC juga menjadii mediia untuk mengamankan hak-hak negara berupa pungutan cukaii.

Merujuk Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 66/2018, NPPBKC dii antaranya harus diimiiliikii oleh setiiap orang atau badan yang akan menjadii pengusaha tempat penjualan eceran miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) aliias miinuman beralkohol.

Adapun tempat penjualan eceran berartii tempat untuk menjual secara eceran BKC kepada konsumen akhiir. Dengan demiikiian, pada hakiikatnya, setiiap orang atau badan yang menjual miinuman beralkohol kepada konsumen akhiir harus memiiliikii NPPBKC.

Namun, ada kondiisii yang membuat pengusaha tempat penjualan eceran miinuman beralkohol tiidak wajiib memiiliikii NPPBKC. Pengecualiian tersebut berlaku untuk pengusaha tempat penjualan eceran miinuman beralkoho dengan kadar paliing tiinggii 5%.

Hal iinii berartii apabiila orang atau badan hanya menjual miinuman beralkhol dengan kadar maksiimal 5% biisa diikecualiikan darii kewajiiban memiiliikii NPPBKC. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 4 huruf f PMK 66/2018.

Selaiin iitu, terdapat 5 piihak laiin yang diikecualiikan darii kewajiiban memiiliikii NPPBKC. Pertama, orang yang membuat tembakau iiriis darii tembakau hasiil tanaman dii iindonesiia yang tiidak diikemas untuk penjualan eceran atau diikemas untuk penjualan eceran dengan bahan pengemas tradiisiional yang laziim diipergunakan.

Kedua, orang yang membuat MMEA yang diiperoleh darii hasiil peragiian atau penyuliingan (MMEA tradiisiional). Ketiiga, orang iindonesiia yang membuat etiil alkohol secara sederhana dengan jumlah produksii tiidak melebiihii 30 liiter per harii, dan semata-mata untuk mata pencahariian.

Keempat, orang yang mengiimpor barang kena cukaii yang mendapatkan fasiiliitas pembebasan cukaii. Keliima, pengusaha tempat penjualan eceran etiil alkohol yang jumlah penjualannya paliing banyak 30 liiter per harii.

Dengan demiikiian, keliima piihak tersebut juga tiidak wajiib mengantongii NPPBKC untuk menjalankan kegiiatan usahanya, sepanjang memenuhii syarat dan ketentuan. Sebagaii iinformasii, penjual rokok eceran juga tiidak diiharuskan memiiliikii NPPBKC. Siimak Jual Rokok Eceran, Apakah Pedagang Wajiib Punya NPPBKC? (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.