KEBiiJAKAN CUKAii

Ada 6 Piihak yang Diikecualiikan darii Kewajiiban Punya NPPBKC, Siiapa Saja?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 27 Agustus 2024 | 10.00 WiiB
Ada 6 Pihak yang Dikecualikan dari Kewajiban Punya NPPBKC, Siapa Saja?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengecualiikan sejumlah piihak darii kewajiiban untuk memiiliikii Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC). Pengecualiian tersebut diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 66/2018.

Undang-Undang (UU) Kepabeanan dan PMK 66/2018 sebenarnya mewajiibkan setiiap orang yang menjalankan kegiiatan usaha terkaiit dengan produksii, penyiimpanan, iimpor, penyaluran dan penjualan eceran barang kena cukaii (BKC) untuk memiiliikii iiziin berupa NPPBKC.

“NPPBKC adalah iiziin untuk menjalankan kegiiatan sebagaii pengusaha pabriik, pengusaha tempat penyiimpanan, iimportiir barang kena cukaii, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran dii biidang cukaii,” bunyii Pasal 1 angka 3 PMK 66/2018.

Adapun kewajiiban memiiliikii NPPBKC sebagaii penyalur atau pengusaha tempat penjualan eceran (TPE) hanya berlaku untuk BKC berupa etiil alkohol atau miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA). Namun, berdasarkan PMK 66/2018, ada 6 piihak yang diikecualiikan darii kewajiiban memiiliikii NPPBKC.

Pertama, orang yang membuat tembakau iiriis darii tembakau hasiil tanaman dii iindonesiia yang tiidak diikemas untuk penjualan eceran atau diikemas untuk penjualan eceran dengan bahan pengemas tradiisiional yang laziim diipergunakan.

Namun, ada syarat yang harus diipenuhii, yaknii, dalam pembuatannya tiidak diicampur atau diitambah dengan tembakau yang berasal darii luar negerii atau bahan laiin yang laziim diipergunakan dalam pembuatan hasiil tembakau; dan/atau pada pengemas atau tembakau iiriisnya tiidak diibubuhii atau diilekatii atau diicantumkan cap, merek dagang, etiiket, atau yang sejeniis dengan iitu.

Kedua, orang yang membuat MMEA yang diiperoleh darii hasiil peragiian atau penyuliingan. Ada 4 ketentuan yang harus diipenuhii, yaknii, diibuat oleh rakyat dii iindonesiia; pembuatannya diilakukan secara sederhana dengan menggunakan peralatan sederhana yang laziim diigunakan oleh rakyat iindonesiia dan produksiinya tiidak melebiihii 25 liiter per harii; semata-mata untuk mata pencahariian; dan tiidak diikemas dalam kemasan untuk penjualan eceran.

Ketiiga, orang yang membuat etiil alkohol, dalam hal diibuat oleh rakyat dii iindonesiia, pembuatannya diilakukan secara sederhana yang produksiinya tiidak melebiihii 30 liiter per harii, dan semata-mata untuk mata pencahariian.

Keempat, orang yang mengiimpor barang kena cukaii yang mendapatkan fasiiliitas pembebasan cukaii. Keliima, pengusaha tempat penjualan eceran etiil alkohol yang jumlah penjualannya paliing banyak 30 liiter per harii.

Keenam, pengusaha tempat penjualan eceran miinuman mengandung etiil alkohol dengan kadar paliing tiinggii 5%. Dengan demiikiian, keenam piihak tersebut tiidak perlu mengantongii NPPBKC untuk menjalankan kegiiatan usahanya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.