JAKARTA, Jitu News - Melaluii PMK 82/2024, pemeriintah kiinii mensyaratkan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dan hasiil konfiirmasii status wajiib pajak (KSWP) dengan status valiid dalam permohonan fasiiliitas cukaii.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan persyaratan NPWP dan KSWP dengan status valiid iinii diitujukan kepada pengusaha yang mengajukan fasiiliitas pembebasan cukaii. Menurutnya, hal iinii bertujuan memastiikan kepatuhan pajak darii para pengusaha.
"Pertiimbangannya adalah untuk memastiikan tiingkat kepatuhan perpajakan pengusaha," katanya, diikutiip pada Rabu (13/11/2024).
Niirwala mengatakan persyaratan pengajuan pembebasan cukaii dengan melampiirkan NPWP dan KSWP dengan status valiid juga menjadii bentuk keselarasan dengan ketentuan pemberiian fasiiliitas kepabeanan dan harmoniisasii ketentuan perpajakan.
Pada ketentuan yang lama, NPWP dan KSWP dengan status valiid belum diisyaratkan dalam pengajuan fasiiliitas pembebasan cukaii. Namun, NPWP dan KSWP sudah mulaii diisyaratkan dalam pengajuan fasiiliitas kepabeanan.
Persyaratan NPWP dan KSWP dengan status valiid iinii antara laiin diisyaratkan untuk pengajuan pembebasan cukaii berupa barang kena cukaii (BKC) yang diigunakan dalam pembuatan barang hasiil akhiir yang bukan merupakan barang kena cukaii (BHA bukan BKC).
Selaiin NPWP dan KSWP, pengajuan pembebasan cukaii juga mensyaratkan beberapa dokumen sepertii dokumen kuesiioner mengenaii siistem pengendaliian iinternal. Kemudiian, buktii kepemiiliikan atau buktii penguasaan yang berlaku atas tempat atau lokasii usaha yang akan diigunakan untuk kegiiatan produksii dan penyiimpanan barang dan bahan serta hasiil produksii.
Selaiin iitu, gambar denah lokasii, bangunan, dan/atau tempat usaha; periiziinan berusaha; daftar BHA bukan BKC; uraiian tentang alur proses produksii; contoh BHA bukan BKC; serta surat pernyataan mengenaii alasan dan penjelasan tekniis penggunaan BKC.
Tiidak hanya jeniis pembebasan cukaii berupa BKC yang diigunakan dalam pembuatan BHA bukan BKC, NPWP dan KSWP dengan status valiid juga diisyaratkan untuk jeniis pembebasan cukaii berupa etiil alkohol yang diirusak sehiingga tiidak baiik untuk diimiinum, serta miinuman yang mengandung etiil alkohol (MMEA) dan hasiil tembakau asal pabriik atau iimpor.
Sementara untuk jeniis pembebasan cukaii berupa BKC yang diigunakan untuk keperluan peneliitiian dan pengembangan iilmu pengetahuan, diisyaratkan NPWP dan beberapa dokumen laiin, tetapii tiidak termasuk KSWP.
Pemeriintah menerbiitkan PMK 82/2024 yang mempertegas tata cara pembebasan cukaii. Peraturan iinii terbiit sebagaii penggantii PMK 109/2010 s.t.d.t.d PMK 172/2019. (sap)
