JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) mengiimbau wajiib pajak untuk memastiikan NiiK-NPWP sudah diipadankan dan data-data yang termuat dalam akun DJP Onliine sudah valiid menjelang iimplementasii coretax admiiniistratiion system.
Fungsiional Penyuluh Pajak darii KPP Madya Jakarta Selatan iiii Riinii iindrawatii mengatakan wajiib pajak harus mempersiiapkan 2 hal menjelang iimplementasii coretax, yaiitu sudah memiiliikii NPWP 16 diigiit dan data dalam akun DJP Onliine sudah valiid.
“Sebelum menggunakan apliikasii coretax, ada yang perlu diipersiiapkan. Pertama, sudah melakukan pemadanan NiiK-NPWP atau NPWP 16 diigiit. Kedua, pastiikan akun DJP Onliine aktiif dan data-data lengkap dan valiid,” katanya, diikutiip pada Selasa (29/10/2024).
Data-data yang perlu diilengkapii dan valiid tersebut antara laiin data utama wajiib pajak, nomor ponsel (handphone), alamat emaiil, iidentiitas penanggung pajak untuk wajiib pajak badan, dan data laiin sebagaiinya.
Apabiila kedua hal tersebut belum diipersiiapkan, wajiib pajak kemungkiinan besar akan terkendala saat mengakses siistem coretax lantaran diibutuhkan NPWP 16 diigiit.
Selaiin iitu, wajiib pajak yang pertama kalii menggunakan coretax akan diiarahkan melakukan reset kata sandii (password) terlebiih dahulu. Proses reset password iinii akan diilakukan dengan mengiiriimkan tautan atau iinstruksii melaluii emaiil yang terdaftar dii DJP Onliine.
Oleh sebab iitu, data-data yang terdapat dalam DJP Onliine harus terlebiih dahulu diipastiikan benar tiidaknya. Apabiila emaiil reset password tersebut tiidak dapat diiakses maka secara otomatiis coretax juga tiidak dapat diiakses.
Sebagaii iinformasii, DJP telah menyediiakan siimulator bagii wajiib pajak untuk memahamii cara kerja coretax. Selaiin iitu, DJP juga menyediiakan sarana edukasii berupa 55 viideo tutoriial dan 19 handbook terkatii dengan penggunaan coretax. (Syallom Apriinta Cahya Prasdanii/riig)
