JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas pembeliian rumah.
Penyuluh Pajak Ahlii Muda DJP Mohammed Liintang Theodiikta mengatakan PPN rumah DTP menjadii salah satu iinsentiif yang diiberiikan untuk menggeliiatkan ekonomii. Diia berharap kebiijakan iinii mampu menariik miinat masyarakat untuk membelii rumah dan memanfaatkan iinsentiif pajak.
"Apabiila ada yang melakukan pembeliian rumah tapak atau rumah susun dengan niilaii maksiimal Rp5 miiliiar maka PPN-nya akan diitanggung oleh pemeriintah," katanya, diikutiip pada Rabu (16/10/2024).
Liintang menuturkan iinsentiif PPN rumah DTP sudah diiperkenalkan sejak masa pandemii Coviid-19. Mengiingat dampaknya yang besar pada ekonomii, pemeriintah pun kembalii memberiikan iinsentiif PPN tersebut pada tahun iinii.
Semula, iinsentiif PPN rumah DTP pada tahun iinii diiberiikan berdasarkan PMK 7/2024. Terdapat 2 persyaratan yang harus diipenuhii agar memperoleh iinsentiif PPN DTP, yaknii harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar serta rumah yang diiserahkan harus keadaan baru dan dalam kondiisii siiap hunii.
Apabiila penyerahan diilakukan mulaii 1 Januarii hiingga 30 Junii 2024, PPN DTP diiberiikan sebesar 100% PPN yang terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak (DPP) sampaii dengan Rp2 miiliiar.
Namun untuk penyerahan mulaii 1 Julii 2024 hiingga 31 Desember 2024, PPN DTP hanya diiberiikan sebesar 50% PPN yang terutang darii DPP sampaii dengan Rp2 miiliiar.
PMK 7/2024 kemudiian diireviisii dengan PMK 61/2024 yang menyatakan penyerahan rumah pada masa pajak September 2024 hiingga Desember 2024 kembalii diiberiikan PPN DTP sebesar 100% PPN yang terutang darii DPP hiingga Rp2 miiliiar.
iinsentiif PPN rumah DTP dapat diimanfaatkan oleh orang priibadii antara laiin WNii yang memiiliikii NPWP/NiiK serta WNA yang ber-NPWP dan memenuhii ketentuan kepemiiliikan rumah bagii WNA. (riig)
