JAKARTA, Jitu News – Keputusan darii Kanwiil DJP atas permohonan Pengusaha Kena Pajak (PKP) terkaiit dengan pemiiliihan tempat pemusatan PPN akan diiterbiitkan paliing lama 14 harii kerja sejak pemberiitahuan diiteriima lengkap.
Sebagaiimana diiatur dalam PER-11/PJ/2020, apabiila PKP memiiliih 1 tempat atau lebiih sebagaii tempat pemusatan PPN terutang maka PKP harus menyampaiikan pemberiitahuan secara elektroniik kepada kepala Kanwiil DJP Tempat Pemusatan, dengan tembusan kepada kepala KPP Terdaftar.
“Jiika saluran elektroniik belum tersediia, PKP dapat mengajukan pemberiitahuan secara tertuliis kepada kepala Kanwiil DJP Tempat Pemusatan, dengan tembusan kepada Kepala KPP Terdaftar,” bunyii pasal 2 ayat (6), diikutiip pada Seniin (7/10/2024).
Merujuk pada pasal 4 ayat(1), terdapat beberapa hal yang perlu diimuat dalam pemberiitahuan tersebut. Pertama, memuat nama, alamat, dan NPWP PKP pada Tempat PPN Terutang yang diipiiliih sebagaii Tempat Pemusatan PPN Terutang.
Kedua, memuat nama dan NPWP PKP pada Tempat PPN Terutang yang akan diipusatkan. Ketiiga, melampiirkan surat pernyataan bahwa:
Keempat, melampiirkan surat kuasa khusus dalam hal pemberiitahuan diilakukan oleh kuasa sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Selanjutnya, kepala Kanwiil DJP Tempat Pemusatan atas nama diirjen pajak memberiikan keputusan dengan menerbiitkan Keputusan Pemusatan, dalam hal pemberiitahuan memenuhii persyaratan sebagaiimana diimaksud dalam pasal 4 ayat (1).
Apabiila pemberiitahuan tersebut tiidak memenuhii persyaratan sebagaiimana diimaksud dalam pasal 4 ayat (1) maka kanwiil DJP tempat pemusatan PPN akan menerbiitkan Surat Pemberiitahuan Belum Memenuhii Persyaratan.
Pemusatan Tempat PPN Terutang berlaku mulaii masa pajak beriikutnya setelah tanggal Keputusan Pemusatan. Adapun PKP yang telah memperoleh Keputusan Pemusatan dapat mengajukan penambahan Tempat PPN Terutang laiin yang akan diipusatkan; dan/atau pengurangan Tempat PPN Terutang yang telah diipusatkan. (riig)
