PENERiiMAAN PAJAK

Penerapan Coretax System Bakal Topang Peneriimaan Perpajakan 2025

Diian Kurniiatii
Kamiis, 19 September 2024 | 17.30 WiiB
Penerapan Coretax System Bakal Topang Penerimaan Perpajakan 2025
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii membungkukkan badan untuk memberii hormat usaii menyampaiikan pendapat akhiir Presiiden terkaiit pembahasan RUU APBN 2025 dalam Rapat Pariipurna ke-7 Masa Persiidangan ii Tahun Siidang 2024-2025 dii kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamiis (19/9/2024). DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk menjadii UU APBN 2025 dengan target pendapatan negara sebesar Rp3.005,1 triiliiun. ANTARA FOTO/Dhemas Reviiyanto</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah dan DPR melaluii APBN 2025 menargetkan peneriimaan perpajakan seniilaii Rp2.490,9 triiliiun atau naiik 12,28% ketiimbang outlook peneriimaan perpajakan tahun iinii seniilaii Rp2.218,4 triiliiun.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah telah menyiiapkan beberapa strategii untuk mengejar target perpajakan pada tahun depan. Salah satunya, menerapkan coretax admiiniistratiion system.

"Target peneriimaan perpajakan 2025 diitopang oleh reformasii perpajakan, perluasan basiis pajak, peniingkatan kepatuhan wajiib pajak, dan diimulaiinya siistem coretax," katanya, Kamiis (19/9/2024).

Srii Mulyanii mengatakan pendapatan negara pada 2025 diisepakatii mencapaii Rp3.005,1 triiliiun. iinii akan menjadii yang pertama kalii pendapatan negara menembus Rp3.000 triiliiun, dengan peneriimaan perpajakan sebagaii penopang utama.

Dalam mencapaii target perpajakan tersebut, pemeriintah tengah bersiiap mengiimplementasiikan coretax system pada akhiir tahun iinii. Coretax system diirencanakan akan mencakup 21 proses biisniis.

Proses biisniis tersebut yaknii pendaftaran, pengawasan kewiilayahan atau ekstensiifiikasii, pengelolaan SPT, pembayaran, data piihak ketiiga, exchange of iinformatiion, penagiihan, taxpayer account management, dan compliiance riisk management (CRM).

Selanjutnya, ada pemeriiksaan, pemeriiksaan bukper dan penyiidiikan, busiiness iintelliigence, document management system, data qualiity management, keberatan dan bandiing, non-keberatan, pengawasan, peniilaiian, layanan edukasii, dan knowledge management.

Dalam optiimaliisasii peneriimaan perpajakan pula, Srii Mulyanii menyebut pemeriintah akan membangun siistem perpajakan yang kompatiibel dengan perubahan struktur ekonomii iindonesiia dan arah kebiijakan perpajakan global. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.