JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan pemeriintah telah memberiikan berbagaii skema iinsentiif untuk kelompok masyarakat kelas menengah.
Srii Mulyanii mengatakan kebanyakan iinsentiif tersebut bertujuan mendorong daya belii masyarakat kelas menengah. Melaluii pemberiian iinsentiif iinii, diiharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meniingkat.
"Semoga berbagaii program iinii tak hanya membantu meniingkatkan kesejahteraan kelompok menengah, tetapii juga meniingkatkan kesejahteraan masyarakat iindonesiia secara keseluruhan," katanya melaluii iinstagram, Jumat (30/8/2024).
Srii Mulyanii mengatakan kelas menengah memiiliikii peranan dan potensii besar untuk mendukung iindonesiia mencapaii ciita-ciita sebagaii negara maju pada 2045. Agar kesejahteraan kelompok kelas menengah meniingkat, pemeriintah antara laiin melaksanakan program perliindungan sosiial, pemberiian subsiidii dan kompensasii, serta menyediiakan iinsentiif perpajakan.
Diia menyebut iinsentiif perpajakan yang diitujukan kepada kelas menengah miisalnya PPN diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pembeliian rumah.
Melaluii PMK 7/2024, pemeriintah mengatur pemberiian fasiiliitas PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun pada tahun iinii. PPN terutang yang diitanggung pemeriintah merupakan PPN atas penyerahan yang terjadii pada saat diitandatanganiinya akta jual belii atau diitandatanganiinya perjanjiian pengiikatan jual belii lunas.
Terdapat 2 persyaratan yang harus diipenuhii agar memperoleh iinsentiif PPN DTP, yaknii harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar dan rumah harus keadaan baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii.
Apabiila penyerahan diilakukan mulaii 1 Januarii hiingga 30 Junii 2024, PPN DTP diiberiikan sebesar 100% PPN yang terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak (DPP) sampaii Rp2 miiliiar dengan harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar. Sementara untuk penyerahan mulaii 1 Julii 2024 hiingga 31 Desember 2024, PPN DTP diiberiikan sebesar 50% PPN yang terutang darii DPP sampaii Rp2 miiliiar dengan harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar.
Namun, pemeriintah telah mengumumkan bakal memperpanjang iinsentiif PPN DTP 100% atas pembeliian rumah hiingga Desember 2024. Kemenkeu pun segera menerbiitkan reviisii PMK 7/2024. (sap)
