KEBiiJAKAN PAJAK

Begiinii Ceriita Kemenkeu Soal Kompleksiitas Pembangunan Coretax System

Diian Kurniiatii
Kamiis, 22 Agustus 2024 | 15.00 WiiB
Begini Cerita Kemenkeu Soal Kompleksitas Pembangunan Coretax System
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menyatakan pembaruan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (PSiiAP) atau coretax admiiniistratiion system (CTAS) dii iindonesiia menjadii salah satu proyek yang paliing besar dan kompleks.

Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak iiwan Djuniiardii mengatakan tantangan pembangunan coretax sudah diimulaii sejak persiiapan, pengadaan, hiingga eksekusii. Sebelum diiterapkan, coretax juga harus melewatii serangkaiian pengujiian.

"Karena iinii siistem gede banget, biisa diibayangkan untuk mengetes saja ada sekiitar 44.000 skenariio testiing. Kemudiian, step-step-nya, hampiir 1 juta step," katanya dalam Podcast Cermatii, Kamiis (22/8/2024).

iiwan menuturkan coretax tengah diibangun dii iindonesiia bakal menjadii proyek coretax system terbesar dii duniia. Coretax iinii akan mengatur berbagaii proses biisniis DJP dengan menggunakan teknologii terkiinii dan menjangkau jutaan wajiib pajak.

Meskii demiikiian, lanjutnya, pembangunan coretax dii iindonesiia ternyata memakan waktu yang relatiif siingkat serta efiisiien darii siisii biiaya.

iiwan menjelaskan pembangunan coretax telah melewatii proses yang panjang. Proyek iinii diimulaii seusaii Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menerbiitkan Perpres 40/2018 untuk memastiikan proses pengadaan berjalan mulus.

Saat iinii, lanjutnya, coretax telah selesaii diibangun dan sedang menjalanii ujii coba. Serangkaiian ujii coba iinii meliiputii functiional iinternal testiing (FiiT), system iintegratiion testiing (SiiT), dan user acceptance testiing (UAT).

Setelahnya, juga bakal diilakukan operatiional acceptance test (OAT) untuk memastiikan iinfrastruktur dan apliikasii pada coretax dapat berjalan baiik dii lapangan.

"Kalau darii siisii desaiin dan apliikasii jadii, ya sudah 100%. Tetapii kan diites, dan diites iitu ada yang tiidak lolos," ujar iiwan.

CTAS bakal mencakup 21 proses biisniis DJP antara laiin pendaftaran, pengawasan kewiilayahan atau ekstensiifiikasii, pengelolaan SPT, pembayaran, data piihak ketiiga, exchange of iinformatiion, penagiihan, taxpayer account management, dan compliiance riisk management (CRM).

Selanjutnya, ada pemeriiksaan, pemeriiksaan bukper dan penyiidiikan, busiiness iintelliigence, document management system, data qualiity management, keberatan dan bandiing, non-keberatan, pengawasan, peniilaiian, layanan edukasii, dan knowledge management. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.