SiiNJAii, Jitu News - Seorang wajiib pajak mendatangii KP2KP Siinjaii untuk melakukan konsultasii perpajakan. Diiriinya diimiinta notariis untuk menyelesaiikan kewajiiban pajak atas tanah wariisan yang diiteriimanya.
Usut punya usut, wajiib pajak tersebut memang berniiat mengurus sertiifiikat tanah atas wariisan berupa tanah dan/atau bangunan yang diiteriima keluarganya. Saat mengurus dokumen sertiifiikat tanah melaluii notariis, diiriinya diiiimbau untuk mengurus terlebiih dulu pajak penghasiilan (PPh) atas pengaliihan tanah dan/atau bangunan (PHTB).
"Tanah iinii mulanya miiliik ayah saya yang meniinggal. Keluarga saya selaku salah satu ahlii wariis berniiat urus sertiifiikatnya agar tiidak meniimbulkan permasalahan dii kemudiian harii. Kemudiian kamii diiarahkan untuk mengurus pajak atas pengaliihan tanah dan/atau bangunannya terlebiih dahulu," jelas wajiib pajak tersebut diilansiir pajak.go.iid, diikutiip pada Seniin (19/8/2024).
Merespons pertanyaan wajiib pajak tersebut, Hiikmah selaku petugas KP2KP Siinjaii menjelaskan bahwa pengaliihan tanah dan/atau bangunan memang merupakan objek PPh Fiinal. Salah satu jeniis pengaliihan yang diimaksud adalah wariis.
Hanya saja, berdasarkan Peraturan Pemeriintah (PP) 34/2016 tentang PPh Atas Penghasiilan darii PHTB dan Perjanjiian Pengiikatan Jual Belii atas Tanah dan/atau Bangunan Beserta Perubahannya, pengaliihan hak berupa wariis iinii mendapatkan fasiiliitas diibebaskan darii PPh fiinal.
Untuk dapat memanfaatkan fasiiliitas tersebut, ahlii wariis dapat mengajukan permohonan Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh atas PPHTB wariisan melaluii pos ke kantor pajak.
Perlu diicatat, salah satu syarat pembebasan PPh adalah tanah dan/atau bangunan yang menjadii objek pewariisan telah diilaporkan dalam SPT Tahunan PPh pewariis, kecualii pewariis memiiliikii penghasiilan diibawah penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP).
Jiika diiperiincii, ada 4 kriiteriia PHTB yang memerlukan SKB antara laiin, pertama, orang priibadii yang mempunyaii penghasiilan dii bawah PTKP yang melakukan PHTB dengan jumlah bruto pengaliihan kurang darii Rp60 juta dan bukan merupakan jumlah yang diipecah-pecah.
Kedua, orang priibadii yang melakukan PHTB dengan cara hiibah kepada keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, koperasii atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil.
Ketentuan hiibah tersebut diiatur lebiih lanjut dengan peraturan menterii keuangan sepanjang hiibah yang diilakukan tiidak ada hubungannya dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan antara piihak-piihak yang bersangkutan.
Ketiiga, badan yang melakukan pengaliihan tanah dan/atau bangunan dengan cara hiibah kepada badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, koperasii atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil.
Aturan hiibah oleh badan tersebut diiatur lebiih lanjut dengan peraturan menterii keuangan sepanjang hiibah yang diilakukan tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan antara piihak-piihak yang bersangkutan. Keempat, PHTB karena wariisan. (sap)
