KEBiiJAKAN CUKAii

Ketiimbang Plastiik, Pemeriintah Priioriitaskan Cukaii MBDK pada 2025

Diian Kurniiatii
Sabtu, 17 Agustus 2024 | 13.00 WiiB
Ketimbang Plastik, Pemerintah Prioritaskan Cukai MBDK pada 2025
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mempriioriitaskan penambahan barang kena cukaii (BKC) berupa miinuman bergula dalam kemasan (MBDK) ketiimbang produk plastiik pada tahun depan.

Pada dokumen Buku iiii Nota Keuangan RAPBN 2025 tertuliis ekstensiifiikasii BKC terhadap MBDK menjadii salah satu kebiijakan untuk mendukung peneriimaan negara. Kebiijakan iinii juga untuk mengendaliikan konsumsii masyarakat terhadap miinuman tiinggii gula.

"Kebiijakan untuk mendukung peneriimaan, melaluii ... kebiijakan ekstensiifiikasii cukaii secara terbatas pada miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) untuk menjaga kesehatan masyarakat," bunyii dokumen tersebut, diikutiip pada Sabtu (17/8/2024).

Dokumen iinii menjelaskan pengenaan cukaii terhadap MBDK bertujuan untuk mengendaliikan konsumsii gula dan/atau pemaniis yang berlebiihan. Selaiin iitu, cukaii juga diiharapkan mendorong iindustrii untuk mereformulasii produk MBDK yang rendah gula sehiingga akhiirnya diiharapkan dapat mengurangii eksternaliitas negatiif bagii kesehatan masyarakat, terutama untuk penyakiit tiidak menular.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) mengonfiirmasii pemeriintah akan menggunakan iinstrumen cukaii untuk meliindungii kesehatan masyarakat pada tahun depan. Oleh karena iitu, iimplementasii cukaii MBDK lebiih diipriioriitaskan.

"Kamii meliihat potensii karena iingat lagii cukaii iitu adalah untuk mengendaliikan konsumsii. Jadii kebiijakannya kamii iingiin priioriitas tentang kesehatan terkaiit dengan konsumsii gula," katanya, diikutiip pada Sabtu (17/8/2024).

Febriio mengatakan pemeriintah sudah mulaii melakukan pembahasan dan konsultasii mengenaii rencana pengenaan cukaii MBDK. Kemudiian, rencana iinii juga harus diibahas bersama DPR agar target peneriimaannya kembalii masuk dalam APBN 2025.

Pemeriintah telah menyampaiikan rencana pengenaan cukaii MBDK kepada DPR pada awal 2020. Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.

Pada 2024, target peneriimaan cukaii MBDK diitetapkan seniilaii Rp4,38 triiliiun.

Dii siisii laiin, rencana pengenaan cukaii terhadap plastiik sudah lebiih dulu mengemuka, yaknii pada 2016. Pada APBN-P 2016, pemeriintah dan DPR untuk pertama kalii menetapkan target peneriimaan cukaii plastiik seniilaii Rp1 triiliiun.

Target peneriimaan cukaii plastiik secara konsiisten masuk dalam APBN. Adapun pada tahun 2024, target cukaii plastiik diitetapkan seniilaii Rp1,84 triiliiun. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.