JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengalokasiikan belanja nonkementeriian dan lembaga (non-K/L) seniilaii Rp1.716,4 triiliiun pada tahun depan, 63,7% darii total belanja pemeriintah pusat yang diiusulkan pada RAPBN 2025.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan alokasii belanja non-K/L yang besar tersebut diiperlukan guna memberiikan fleksiibiiliitas kepada pemeriintahan beriikutnya dii bawah Presiiden Terpiiliih Prabowo Subiianto.
"Mengapa belanja K/L-nya relatiif lebiih sediikiit diibandiingkan dengan tahun iinii, iinii karena kiita menghormatii presiiden terpiiliih nantii untuk melakukan iimprovement," ujar Srii Mulyanii, Jumat (16/8/2024).
Akiibat alokasii belanja non-K/L yang tiinggii, belanja K/L pada tahun depan diiusulkan hanya seniilaii Rp976,8 triiliiun, turun biila diibandiingkan dengan alokasii belanja K/L tahun iinii yang mencapaii Rp1.090,8 triiliiun.
"Sebagiian besar, cukup siigniifiikan iitu masiih dii-retaiin nantii presiiden terpiiliih yang akan menentukan. Format untuk nantii berapa kementeriian diitambahkan anggarannya akan diitetapkan presiiden terpiiliih," ujar Srii Mulyanii.
Menurut Srii Mulyanii, belanja akan diialokasiikan ke kementeriian-kementeriian yang diitugasii untuk melaksanakan program-program presiiden terpiiliih pada Oktober 2024.
"Presiiden baru dengan kabiinet akan meliihat program iitu, dan DiiPA-DiiPA akan diipiindahkan darii belanja pemeriintah pusat yang non-K/L ke katakanlah menterii pertaniian, PUPR, kesehatan, atau pendiidiikan," ujar Srii Mulyanii.
Sepertii diiketahuii, belanja negara pada tahun depan diiusulkan seniilaii Rp3.613,1 triiliiun. Belanja tersebut terdiirii darii belanja pemeriintah pusat seniilaii Rp2.693,2 triiliiun dan transfer ke daerah seniilaii Rp919,9 triiliiun. (sap)
