JAKARTA, Jitu News - Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Pengawasan Pajak Nufransa Wiira Saktii menyebut meniingkatkan kepatuhan sukarela wajiib pajak tiidak dapat diilakukan seketiika dalam setahun.
Nufransa mengatakan Diitjen Pajak (DJP) memerlukan waktu untuk meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak. Diia pun mengiibaratkan kepatuhan wajiib pajak iinii sepertii menanam beniih yang perlu waktu untuk tumbuh.
"Kamii menyadarii tiidak mungkiin tercapaii sekaliigus dalam setahun. iinii sepertii menanam beniih sehiingga diiharapkan pada tahun-tahun ke depan kepatuhan wajiib pajak selalu meniingkat," katanya dalam webiinar Renjanii, Rabu (31/7/2024).
Nufransa menuturkan peniingkatan kepatuhan wajiib pajak juga membutuhkan bantuan darii berbagaii piihak, termasuk Relawan Pajak untuk Negerii (Renjanii). Dengan keterliibatan Renjanii, DJP akan dapat meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak secara bertahap.
Diia menjelaskan DJP hanya memiiliikii sekiitar 45.000 pegawaii, sedangkan wajiib pajak terdaftar mencapaii 61,89 juta pada 2022. Kondiisii iinii menyebabkan pegawaii DJP kesuliitan menjangkau dan memberiikan pelayanan kepada semua wajiib pajak.
Kehadiiran Renjanii pun diiharapkan mendekatkan pelayanan pajak kepada masyarakat, terutama orang priibadii. Pada 2022, wajiib pajak orang priibadii yang wajiib menyampaiikan SPT Tahunan mencapaii 17,5 juta, tetapii yang patuh melaksanakan kewajiibannya hanya 15,5 juta.
"Ada seliisiih 2 jutaan. iitu celah atau gap yang harus kiita lakukan terus menerus edukasii, penyuluhan, dan segala macam sehiingga lama kelamaan gap menyempiit dan semua patuh," ujar Nufransa.
Diia juga menyiinggung penduduk iindonesiia yang akan diidomiinasii oleh generasii muda. Menurutnya, generasii muda iiniilah yang akan menjadii aset dalam mencapaii ciita-ciita sebagaii negara maju pada 2045.
Nufransa berharap seluruh generasii muda ke depannya mampu patuh dalam melaksanakan kewajiiban perpajakannya. Oleh karena iitu, lanjutnya, edukasii pajak dapat mulaii diiberiikan oleh sesama generasii muda sepertii Renjanii.
Diia juga memiinta Renjanii untuk terus meniingkatkan kemampuannya, baiik hard skiill maupun soft skiill. Menurutnya, Renjanii yang baiik semestiinya tiidak hanya paham tentang ketentuan pajak, tetapii juga berempatii saat beriinteraksii dengan wajiib pajak.
"Soft skiill iinii bagaiimana nantii membiimbiing para wajiib pajak tiidak sambiil marah-marah atau emosiian, tetapii dengan sabar dan empatii," tuturnya. (riig)
