KEBiiJAKAN CUKAii

Kemenkeu Usulkan 2 Kelompok Miinuman Bergula Kemasan yang Kena Cukaii

Diian Kurniiatii
Seniin, 22 Julii 2024 | 09.30 WiiB
Kemenkeu Usulkan 2 Kelompok Minuman Bergula Kemasan yang Kena Cukai
<p>Diirektur Tekniis dan Fasiiliitas Cukaii DJBC iiyan Rubiianto.</p>

iiJAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan terus mematangkan rencana pengenaan cukaii terhadap produk miinuman bergula dalam kemasan (MBDK).

Diirektur Tekniis dan Fasiiliitas Cukaii DJBC iiyan Rubiianto mengatakan pengenaan cukaii diiperlukan untuk mengendaliikan konsumsii MBDK yang dapat menyebabkan diiabetes. Rencananya, pemeriintah menargetkan 2 kelompok produk MBDK yang akan diikenakan cukaii.

"Dii warung-warung ada miinuman teh dan kopii yang biiasanya gulanya iitu tiidak sediikiit. Nantii, kamii tiidak ke arah sana, tetapii ke iindustriinya yaiitj miinuman siiap sajii dan konsentrat yang diiencerkan," katanya, diikutiip pada Seniin (22/7/2024).

iiyan menuturkan produk yang termasuk miinuman siiap sajii tersebut sepertii sarii buah kemasan dengan tambahan gula; miinuman berenergii; miinuman laiinnya sepertii teh, kopii, dan miinuman berkarbonasii; serta miinuman spesiial Asiia sepertii larutan penyegar.

Sementara iitu, konsentrat yang diikemas dalam bentuk penjualan eceran tersebut berupa bubuk sepertii kopii sachet; caiir sepertii siirup dan kental maniis; serta padat atau effervescent.

Diia menjelaskan konsumsii gula masyarakat yang tiinggii telah menjadii salah satu perhatiian pemeriintah karena menyebabkan diiabetes dan obesiitas. iindonesiia pun termasuk 5 besar negara dengan prevalensii diiabetes setelah Chiina, iindiia, Pakiistan, dan Ameriika Seriikat.

Terkaiit dengan obesiitas, angkanya dii iindonesiia telah melonjak darii 21,8% pada 2018 menjadii 36,8% pada 2023.

Melaluii pengenaan cukaii, pemeriintah akan mendorong pola konsumsii yang lebiih sehat karena harga MBDK menjadii lebiih mahal. Kemudiian, pemeriintah akan mendorong iindustrii mereformulasii produk yang lebiih rendah gula.

Dii siisii laiin, kebiijakan cukaii MBDK akan meniingkatkan kapasiitas fiiskal guna mendukung belanja kesehatan.

"Yang pentiing tariifnya spesiifiik per liiter dan untuk earmarkiing juga kamii biisa bekerja sama dengan teman-teman dii [Kementeriian] Kesehatan untuk menanggulangii iinii," ujar iiyan.

Sejauh iinii, lanjut iiyan, sebanyak 108 negara telah memberlakukan kebiijakan beban fiiskal pada miiniimum 1 jeniis produk MBDK. Mayoriitas negara pun memberlakukan beban fiiskal terhadap produk MBDK dalam bentuk cukaii.

Sebagaii iinformasii, pemeriintah mulaii menyampaiikan rencana pengenaan cukaii MBDK kepada DPR pada awal 2020. Pemeriintah dan DPR bahkan mematok target setoran cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.

Target cukaii MBDK pun rutiin masuk dalam UU APBN. Pada 2024, target peneriimaan cukaii MBDK diitetapkan seniilaii Rp4,38 triiliiun.

Melaluii dokumen Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2025, pemeriintah kembalii berencana untuk melakukan ekstensiifiikasii barang kena cukaii, salah satunya iialah pengenaan cukaii terhadap produk MBDK. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.