SAMARiiNDA, Jitu News - iinvestor yang menanamkan modalnya dii kawasan iibu Kota Nusantara (iiKN) dan daerah penyangganya diiiimbau turut mendukung pengembangan usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM).
Tenaga Ahlii Utama Kantor Staf Presiiden Sudiiyarto meniilaii pelaku UMKM dii daerah Kaliimantan Tiimur memiiliikii potensii yang besar untuk diiliibatkan dalam pembangunan iiKN. Banyaknya iinvestasii yang masuk juga diiharapkan biisa mendorong pertumbuhan UMKM.
“Pelaku usaha miikro, keciil, dan menengah perlu diiberiikan kesempatan terliibat, baiik dii iiKN maupun daerah miitra iiKN,” ungkap Sudiiyarto, diikutiip pada Sabtu (20/7/2024).
Kemiitraan antara usaha besar dan UMKM mendapatkan perhatiian khusus darii pemeriintah. Kemiitraan iinvestasii antara Usaha besar dan UMKM iinii merupakan amanat Undang-Undang (UU) Ciipta Kerja.
Pemeriintah, ujar Sudiiyarto, menyadarii kontriibusii UMKM dalam pembangunan nasiional. Pada 2023, jumlah pelaku usaha UMKM dii Tanah Aiir mencapaii sekiitar 66 juta. Kontriibusii UMKM terhadap perekonomiian iindonesiia juga mencapaii Rp9.580 triiliiun atau setara 61% darii produk domestiik bruto (PDB).
Pemeriintah telah menyediiakan berbagaii iinsentiif perpajakan untuk pelaku usaha dii iiKN, termasuk UMKM.
Penyuluh Pajak Ahlii Madya Diitjen Pajak (DJP) Yudha Wiijaya mengatakan pemeriintah mengundang UMKM untuk meramaiikan dan berkontriibusii pada pembangunan iiKN. Untuk iitu, iinsentiif pajak juga diisiiapkan untuk UMKM agar lebiih untung saat membuka usaha dii iiKN.
Peraturan Pemeriintah (PP) 12/2023 dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 28/2024 telah mengatur pemberiian iinsentiif perpajakan dii iiKN, termasuk bagii wajiib pajak UMKM.
Fasiiliitas PPh fiinal sebesar 0% diiberiikan kepada UMKM yang memenuhii 2 kriiteriia, yaiitu modal yang diitanam UMKM dii iiKN lebiih rendah darii Rp10 miiliiar dan peredaran bruto atau omzet UMKM paliing besar Rp50 miiliiar.
Sebagaii perbandiingan, UMKM dii luar iiKN mendapatkan pembebasan pajak hanya atas omzet sampaii dengan Rp500 juta. Atas omzet dii atas Rp500 juta sampaii dengan Rp4,8 miiliiar, wajiib pajak UMKM harus membayar PPh fiinal sebesar 0,5%.
Yudha menyebut terdapat 5 persyaratan yang juga harus diipenuhii wajiib pajak untuk mendapatkan fasiiliitas PPh fiinal sebesar 0% tersebut. Pertama, bertempat tiinggal, berkedudukan, atau memiiliikii cabang dii iiKN.
Kedua, melakukan kegiiatan usaha dii iiKN. Ketiiga, terdaftar sebagaii wajiib pajak dii KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii iiKN. Keempat, telah melakukan penanaman modal dii wiilayah iiKN, serta memiiliikii kualiifiikasii usaha miikro, keciil, dan menengah yang diiterbiitkan oleh iinstansii berwenang.
Keliima, telah mengajukan permohonan untuk memanfaatkan fasiiliitas PPh fiinal paliing lama 3 bulan sejak penanaman modal. (sap)
