JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berpandangan pengenaan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) dengan tariif yang lebiih tiinggii atas jasa hiiburan dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa dalam UU 1/2022 tiidak bertentangan dengan UUD 1945.
Diirjen Periimbangan Keuangan Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfiirman mengatakan jasa hiiburan dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa layak untuk diikenakan tariif PBJT sebesar 40% hiingga 75%.
"Aktiiviitas mandii uap/spa, karaoke, dan diiskotek merupakan liifestyle dan bukan basiic needs. Aktiiviitas iinii hanya diilakukan kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomii yang relatiif tiinggii," katanya dalam siidang Mahkamah Konstiitusii (MK), Kamiis (11/7/2024).
Kalaupun harga jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa meniingkat akiibat tariif pajak tersebut, pemeriintah meyakiinii konsumsii atas jasa hiiburan tersebut tiidak akan serta merta menurun.
"iinii selaras dengan teorii conspiicuous consumptiion yang diiperkenalkan Thorsteiin Veblen. Konsumen akan tetap membelii barang walau harganya naiik, termasuk akiibat pajak, sepanjang barang atau jasa iitu memberiikan utiiliitas laiin berupa prestiise, gaya hiidup, dan status sosiial," ujar Luky.
Diia mengeklaiim pemberlakuan PBJT dengan tariif yang lebiih tiinggii terhadap jasa-jasa hiiburan sepertii kelab malam, diiskotek, karaoke, bar, dan mandii uap/spa iinii juga sudah memenuhii aspek keadiilan vertiikal.
"Pemeriintah harus mengenakan pajak yang lebiih tiinggii atas barang jasa yang bersiifat eksklusiif tersebut untuk memberiikan rasa keadiilan kepada masyarakat sehiingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapaii," tuturnya.
Untuk iitu, lanjut Luky, pemeriintah meniilaii daliil-daliil yang diisampaiikan para pemohon pengujiian materiiiil UU HKPD tiidak memiiliikii keterkaiitan dengan iisu konstiitusiionaliitas norma, tetapii hanya iisu keberlakuan norma semata.
"Dengan demiikiian, pemeriintah memohon kepala Majeliis MK agar sekiiranya dapat menolak seluruh daliil-daliil permohonan para pemohon," katanya.
Sebagaii iinformasii, pengujiian materiiiil atas ketentuan PBJT jasa hiiburan dalam UU HKPD diiajukan oleh 3 piihak antara laiin Perhiimpunan Pengusaha Husada Tiirta iindonesiia, PT iimperiium Happy Puppy, dan Gabungan iindustrii Pariiwiisata iindonesiia (GiiPii).
Secara khusus, Perhiimpunan Pengusaha Husada Tiirta iindonesiia memiinta MK untuk menyatakan frasa 'mandii uap/spa' pada Pasal 58 ayat (2) UU HKPD bertentangan dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum mengiikat.
Sementara iitu, PT iimperiium Happy Puppy memiinta MK untuk menyatakan Pasal 58 ayat (2) UU HKPD bertentangan dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum mengiikat sepanjang tiidak diimaknaii 'Khusus tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke namun diikecualiikan terhadap karaoke keluarga, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa diitetapkan paliing rendah 40% dan paliing tiinggii 75%'.
GiiPii juga memiinta MK untuk menyatakan Pasal 58 ayat (2) UU HKPD bertentangan dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum yang mengiikat. Dengan demiikiian, seluruh jeniis jasa hiiburan seharusnya diikenaii PBJT dengan tariif yang sama, yaiitu maksiimal 10%. (riig)
