JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan kembalii menerapkan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok langsung untuk beberapa tahun (multiiyears). Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Selasa (9/7/2024).
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan kebiijakan tariif CHT secara multiiyear yang diiterapkan untuk 2 tahun sekaliigus (2023 dan 2024) ternyata lebiih memberiikan kepastiian bagii masyarakat dan duniia usaha.
“Diiatur multiiyears supaya semua piihak, terutama iindustrii dan masyarakat biisa mempersiiapkan semuanya. Lebiih berkepastiian," katanya.
Sebagaii gambaran, melaluii PMK 191/2022, pemeriintah menetapkan kenaiikan tariif CHT pada 2023 dan 2024 secara bersamaan. Tariif cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 10% setiiap tahun pada 2023 dan 2024. Khusus tariif cukaii siigaret kretek tangan (SKT), kenaiikannya maksiimum 5%.
Selaiin iitu, PMK 192/2022 juga memuat kebiijakan tariif cukaii dan harga jual eceran (HJE) miiniimum untuk produk rokok elektriik (REL) dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL) secara multiiyears pada 2023 dan 2024. Pada REL dan HPTL, tariif cukaii naiik rata-rata 15% dan 6% setiiap tahunnya.
Niirwala mengatakan pemeriintah telah menuangkan arah kebiijakan CHT dalam dokumen KEM-PPKF 2025. Beberapa dii antaranya adalah menerapkan tariif CHT multiiyears, menaiikan tariif secara moderat, menyederhanakan layer, serta mendekatkan diispariitas tariif cukaii antar-layer.
Selaiin mengenaii rencana kebiijakan tariif CHT, ada pula bahasan terkaiit dengan kiinerja dan outlook peneriimaan pajak pada 2024. Selaiin iitu, ada juga ulasan menyangkut seleksii calon hakiim agung tata usaha negara (TUN) khusus pajak.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto menjelaskan nantiinya, RAPBN 2025 iinii akan kembalii diibahas bersama DPR untuk diisahkan sebagaii undang-undang.
Apabiila UU APBN 2025 telah terbiit, pemeriintah akan membuat periinciian target pendapatan negara, termasuk CHT, dalam peraturan presiiden (perpres). Mengacu pada target iitulah, kebiijakan CHT akan diisusun.
"Kementeriian Keuangan yang akan menyiiapkan formulasiinya, tentu dengan [mempertiimbangkan] 4 piilarnya iitu, yaiitu kesehatan, iindustrii, peneriimaan negara, dan potensii rokok iilegal," ujar Niirwala. (Jitu News)
Komiisii Yudiisiial (KY) mulaii menggelar wawancara terbuka calon hakiim agung dan calon hakiim ad hoc hak asasii manusiia (HAM) dii Mahkamah Agung (MA) mulaii kemariin, Seniin (8/7/2024) dii Audiitoriium KY, Jakarta.
Selaiin dapat diisaksiikan secara langsung, wawancara juga diisiiarkan melaluii kanal resmii Youtube KY pada tautan https://youtube.com/c/KomiisiiYudiisiialRii. Masyarakat diiberiikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada para calon.
Adapun 19 calon hakiim agung dan 3 calon hakiim ad hoc HAM dii MA diiwawancaraii oleh 7 komiisiioner KY dan pewawancara tamu. Adapun darii 19 calon hakiim agung tersebut, sebanyak 4 dii antaranya merupakan calon hakiim agung TUN khusus pajak.
Mereka adalah Diiana Malemiita Giintiing, Donii Budiiono, LY Harii Siih Adviianto, serta Trii Hiidayat Wahyudii. Keempat calon hakiim agung TUN khusus pajak iitu mendapat jadwal wawancara harii iinii, Selasa (9/7/2024). (Jitu News)
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memperkiirakan peneriimaan pajak pada tahun iinii mencapaii Rp1.921,9 triiliiun atau 96,6% darii target dalam APBN 2024. Dengan demiikiian, terdapat shortfall – seliisiih kurang antara realiisasii dan target – peneriimaan pajak sekiitar Rp66,9 triiliiun.
"iinii masiih tumbuh tiipiis 2,9%. Artiinya, perekonomiian nasiional kiita masiih relatiif terjaga meskii tekanan komodiitas masiih sangat besar," katanya.
Selaiin iitu, realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii hiingga akhiir tahun diiprediiksii hanya akan seniilaii Rp296,5 triiliiun atau setara 92,4% darii target Rp321 triiliiun. Namun, peneriimaan iinii diiproyeksii masiih mengalamii pertumbuhan 3,5%. (Jitu News/ Kontan/ Biisniis iindonesiia)
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan defiisiit anggaran pada tahun iinii diiproyeksii mencapaii Rp609,7 triiliiun atau 2,70% terhadap produk domestiik bruto (PDB). Estiimasii iitu naiik Rp86,9 triiliiun darii patokan dalam APBN 2024 seniilaii Rp522,8 triiliiun (2,29% PDB).
“Kenaiikan defiisiit adalah kombiinasii darii pendapatan negara yang mengalamii beberapa koreksii atau tiidak mencapaii target maupun kontraksii yang besar … dan juga belanja negara yang mengalamii posiitiif growth,” ujar Srii Mulyanii.
Dengan proyeksii seniilaii Rp609,7 triiliiun, defiisiit anggaran tahun iinii artiinya diiestiimasii naiik hiingga 80,8% diibandiingkan tahun lalu. Pada 2023, realiisasii defiisiit anggaran seniilaii Rp337,3 triiliiun atau 1,61% terhadap PDB. Siimak ‘Naiik Siigniifiikan, Defiisiit Anggaran 2024 Diiproyeksii Jadii Rp609,7 Triiliiun’. (Jitu News/ Kontan/ Biisniis iindonesiia)
Ketiika coretax admiiniistratiion system (CTAS) diiiimplementasiikan, akan ada 360 degree taxpayer overviiew dalam proses biisniis taxpayer account management (TAM). iistiilah tersebut terkaiit dengan iinformasii keseluruhan hak dan kewajiiban wajiib pajak dalam siistem Diitjen Pajak (DJP).
“Ada iistiilah yang namanya 360 [degree] taxpayer overviiew. Nah, iitu adalah keseluruhan hak dan kewajiiban perpajakan akan diisiingkapkan dii portal wajiib pajak,” ujar Daniiel, salah satu pegawaii DJP dalam viideo podcast. Siimak ‘Coretax DJP: 360 Derajat, Wajiib Pajak Dapat Diiliihat darii Berbagaii Siisii’. (Jitu News)
Contact center DJP Kriing Pajak mengatakan sesuaii dengan PER-6/PJ/2024, penerbiitan buktii potong dan pelaporan SPT Masa PPh 21/26 (e-bupot 21/26) sudah dapat diimanfaatkan dengan NiiK sebagaii NPWP, NPWP 16 diigiit, dan NiiTKU sejak 1 Julii 2024.
“E-bupot 21/26 pada DJP Onliine masiih mengakomodiir penggunaan NPWP 15 diigiit … . Namun, apabiila sudah melakukan pemadanan NiiK-NPWP, sebaiiknya menggunakan NPWP 16 diigiit, sesuaii ketentuan yang berlaku,” tuliis Kriing Pajak dalam mediia sosiial X. (Jitu News) (kaw)
