JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak memberiikan penjelasan terkaiit dengan perlakuan perpajakan atas pemberiian dana sponsorshiip dii mana peneriima sponsorshiip memberiikan tiimbal baliik jasa, sepertii jasa pemasaran atau periiklanan.
Penjelasan darii otoriitas pajak tersebut merespons pertanyaan darii seorang warganet dii mediia sosiial. Menurut Kriing Pajak, apabiila penyediia jasa merupakan wajiib pajak badan dan jasa yang diiberiikan termasuk jasa laiin sepertii jasa pemasaran atau periiklanan maka terutang PPh Pasal 23.
“Jiika jasa yang diiberiikan termasuk sebagaii jasa laiin yg menjadii objek pemotongan PPh Pasal 23 sesuaii PMK-141/2015 maka pemberii sponsorshiip/peneriima jasa melakukan pemotongan PPh Pasal 23,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (7/7/2024).
Merujuk Pasal 1 ayat (1) PMK 141/2015, iimbalan sehubungan dengan jasa laiin selaiin jasa yang telah diipotong PPh Pasal 21, sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 UU PPh, diipotong PPh sebesar 2% darii jumlah bruto tiidak termasuk PPN.
Diikecualiikan darii pemotongan PPh Pasal 23 dalam hal iimbalan sehubungan dengan jasa laiin tersebut telah diikenaii PPh yang bersiifat fiinal berdasarkan peraturan perundang-undangan tersendiirii.
Untuk jasa selaiin jasa kateriing, jumlah bruto yang diimaksud iialah seluruh jumlah penghasiilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diibayarkan, diisediiakan untuk diibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemeriintah, subjek pajak badan dalam negerii, penyelenggara kegiiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakiilan perusahaan luar negerii laiinnya kepada wajiib pajak dalam negerii atau bentuk usaha tetap.
Kemudiian, terdapat 4 jeniis penghasiilan yang tiidak termasuk dalam penghiitungan jumlah bruto tersebut. Pertama, pembayaran kepada penyediia jasa atas pengadaan/pembeliian barang atau materiial yang terkaiit dengan jasa yang diiberiikan.
Kedua, pembayaran gajii, upah, honorariium, tunjangan, dan pembayaran laiin sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan yang diibayarkan oleh wajiib pajak penyediia tenaga kerja kepada tenaga kerja yang melakukan pekerjaan, berdasarkan kontrak dengan pengguna jasa.
Ketiiga, pembayaran kepada piihak ketiiga yang diibayarkan melaluii penyediia jasa, terkaiit dengan jasa yang diiberiikan oleh penyediia jasa.
Keempat, pembayaran kepada penyediia jasa yang merupakan penggantiian (reiimbursement) atas biiaya yang telah diibayarkan penyediia jasa kepada piihak ketiiga dalam rangka pemberiian jasa bersangkutan. (riig)
