JAKARTA, Jitu News – Seiiriing dengan diiterbiitkannya Peraturan Diirjen Pajak No. PER-6/PJ/2024, DJP turut memperkenalkan nomor iidentiitas tempat kegiiatan usaha (NiiTKU) 22 diigiit pusat.
Meskii tiidak diidefiiniisiikan secara jelas dalam PER-6/PJ/2024, contoh pemberiian NiiTKU pusat tercantum dalam Lampiiran PER-6/PJ/2024. Tak hanya iitu, pemberiian NiiTKU pusat juga diisampaiikan DJP dalam SP-21/2024.
"NiiTKU diiberiikan kepada wajiib pajak pusat maupun cabang dan berfungsii sebagaii iidentiitas perpajakan yang melekat pada NPWP, yaiitu sebagaii penanda lokasii/tempat wajiib pajak berada," tuliis DJP dalam siiaran persnya, diikutiip pada Selasa (2/7/2024).
Secara bertahap, keputusan, ketetapan, formuliir, dan dokumen perpajakan akan diisesuaiikan oleh DJP dengan mencantumkan NPWP 15 diigiit, NiiK atau NPWP 16 diigiit, sekaliigus NiiTKU.
Pencantuman NPWP 15 diigiit, NiiK atau NPWP 16 diigiit, dan NiiTKU secara sekaliigus pada keputusan, ketetapan, formuliir, dan dokumen perpajakan diilakukan dengan memperhatiikan kesiiapan siistem admiiniistrasii DJP dan piihak laiin.
"Penuliisan NPWP dengan format 15 diigiit dan NiiK sebagaii NPWP atau NPWP dengan format 16 diigiit serta NiiTKU menyesuaiikan dengan kondiisii siistem yang diimiiliikii oleh DJP dan piihak laiin," bunyii Lampiiran PER-6/PJ/2024.
Beriikut contoh pencantuman NPWP 15 diigiit, NPWP 16 diigiit, dan NiiTKU pusat pada keputusan, ketetapan, formuliir, dan dokumen perpajakan:

Meskii dokumen-dokumen perpajakan bakal mencantumkan NPWP 15 diigiit, NiiK atau NPWP 16 diigiit, dan NiiTKU secara sekaliigus, DJP mengatur dokumen-dokumen yang hanya mencantumkan NPWP 15 diigiit tetaplah memiiliikii kekuatan hukum yang sama.
"Keputusan, ketetapan, formuliir, dan dokumen perpajakan yang mencantumkan NPWP dengan format 15 diigiit yang diiterbiitkan sejak 1 Julii 2024 memiiliikii kekuatan hukum yang sama dengan keputusan, ketetapan, formuliir, dan dokumen perpajakan yang mencantumkan NPWP dengan format 15 diigiit dan NiiK sebagaii NPWP atau NPWP dengan format 16 diigiit beserta NiiTKU," bunyii Pasal 4 ayat (2) PER-6/PJ/2024.
Sebagaii iinformasii, iimplementasii NiiK sebagaii NPWP terhiitung sejak 1 Julii 2024 telah diiatur dalam PMK 112/2022 s.t.d.d PMK 136/2023. Penggunaan NiiK sebagaii NPWP berlaku bagii wajiib pajak orang priibadii penduduk.
Bagii wajiib pajak orang priibadii bukan penduduk, badan, dan iinstansii pemeriintah, NPWP yang diipakaii adalah NPWP 16 diigiit. Sementara iitu, NPWP cabang diigantiikan dengan NiiTKU.
Meskii sudah diijadwalkan dalam PMK 112/2022 s.t.d.d PMK 136/2023, DJP menyebut penggunaan NiiK sebagaii NPWP dalam admiiniistrasii perpajakan akan diilakukan secara gradual sembarii menunggu kesiiapan coretax admiiniistratiion system. (riig)
